
KUNINGAN – Di tengah tuntutan digitalisasi pendidikan, persoalan dasar di sejumlah sekolah masih membutuhkan perhatian. Kondisi bangunan dan keterbatasan fasilitas pembelajaran menjadi salah satu temuan dalam pengawasan penyelenggaraan pemerintahan Tahun Anggaran 2026 di Desa Sampora, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Ika Siti Rahmatika, menerima aspirasi masyarakat terkait kondisi sejumlah sarana pendidikan dasar, khususnya sekolah dasar (SD).
Persoalan yang ditemukan tidak hanya menyangkut perangkat teknologi. Sejumlah fasilitas fisik sekolah juga disebut membutuhkan perbaikan, seperti atap yang bocor, ruang kelas yang mengalami kerusakan serta sanitasi dan toilet yang belum layak.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena fasilitas sekolah merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi peserta didik.
Pada saat bersamaan, sekolah juga menghadapi keterbatasan perangkat komputer dan sarana teknologi informasi yang dibutuhkan untuk menunjang literasi digital.
Ketimpangan fasilitas tersebut berpotensi membuat kualitas pembelajaran antardaerah semakin berbeda. Sekolah yang memiliki perangkat dan infrastruktur memadai tentu memiliki ruang lebih besar untuk mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi.
Hasil pengawasan merekomendasikan agar perangkat daerah terkait segera melakukan verifikasi lapangan untuk memetakan kondisi sekolah dan menentukan tingkat kerusakannya.
Sekolah dengan kerusakan sedang maupun berat perlu dimasukkan dalam daftar prioritas rehabilitasi. Perbaikan sanitasi dan toilet juga perlu menjadi bagian dari pembenahan fasilitas dasar sekolah.
Tidak kalah penting, pemerintah didorong memenuhi kebutuhan komputer atau laptop serta jaringan internet sekolah sebagai bagian dari penguatan pembelajaran digital.
Bagi Ika, pembangunan pendidikan tidak cukup diukur dari keberadaan sekolah. Infrastruktur, fasilitas pembelajaran dan akses terhadap teknologi harus berjalan beriringan agar anak-anak di wilayah desa memperoleh kesempatan belajar yang setara. ***





