Oleh Dr.H.Iwan Rasiwan,SH.MH Dekan Universitas Kartamulia Purwakarta
Politik adalah seni mengatur kehidupan bersama—mulai dari keluarga, lingkungan, tempat kerja hingga negara.
Setiap aturan, keputusan, dan kebijakan lahir dari proses politik. Karena itu, politik tidak bisa dihindari, hanya bisa dipahami atau diabaikan.
Di tangan orang baik, politik menjadi madu: alat untuk melindungi yang lemah, menyeimbangkan kepentingan, dan menciptakan kesejahteraan rakyat.
Namun di tangan orang yang salah, politik berubah menjadi racun: penuh tipu daya, manipulasi, dan penindasan yang dibungkus atas nama kepentingan umum.
Mengapa politik sering digambarkan sebagai sesuatu yang kotor dan menakutkan? Ada dua sebab utama.
Pertama, agar rakyat enggan mempelajarinya. Rakyat yang tidak paham politik lebih mudah diarahkan, dibohongi, dan dijadikan alat.
Kedua, karena realitas politik memang tampak busuk ketika dikuasai oleh orang-orang yang tidak bermoral.
Kebusukan ini lalu digeneralisasi seolah-olah politik itu sendiri adalah sumber kejahatan, padahal yang rusak adalah manusianya, bukan ilmunya.
