Cikalpedia
”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s
Olahraga

Investasi ‘Dua Kaki’ Hisense: Menanam Bola di Garut, Memanen ESG di ASEAN

Prosesi pembukaan hisense cup/Dok.Ist

Sport Tourism: Bola yang Menghidupkan Warung

Hisense Cup 2026 tidak hanya mengejar skor di papan digital. Dengan mengusung konsep sport tourism, ajang ini dirancang untuk “memaksa” ribuan penonton bergerak ke Garut. Efek domino yang diincar jelas ialah geliat UMKM di sekitar venue dan penguatan citra daerah sebagai destinasi wisata berbasis olahraga.

Inisiatif ini menjadi wujud konkret dari slogan “Innovating a Brighter Life”. Hisense mencoba membuktikan bahwa tanggung jawab sosial (ESG) tidak harus kaku dan membosankan, melainkan bisa dikemas lewat keriuhan penonton dan prestasi remaja usia belasan.

Panggung Global dari Akar Rumput

Sejak berdiri pada 1969, Hisense memang dikenal agresif dalam kemitraan olahraga global. Namun, langkah mereka masuk ke turnamen tingkat SMP di Jawa Barat menunjukkan strategi penetapan pasar yang lebih emosional. Mereka tidak hanya menjual barang, tapi menjual harapan.

Bagi Jawa Barat, dan khususnya bagi Proton FC yang “mengomandani” lapangan, kolaborasi ini adalah bukti bahwa profesionalisme daerah bisa bersenyawa dengan standar global. Di Garut, bukan hanya bakat sepak bola yang sedang diuji, melainkan kredibilitas kolaborasi antara korporasi besar dan penggerak olahraga lokal dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan. (ali)

Baca Juga :  Skandal Lingkungan di TNGC, PSI Kuningan Bakal Bongkar Ke Raja Juli Antoni