
KUNINGAN – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putra daerah Kabupaten Kuningan. Hadi Suseno, yang akrab disapa Seno, berhasil menembus empat besar nasional dalam ajang Pemilihan Duta Desa Indonesia 2026.
Pemuda asal Desa Rajawetan, Kecamatan Pancalang, itu mewakili Provinsi Jawa Barat pada kompetisi tingkat nasional yang mempertemukan para pemuda inspiratif dari berbagai daerah di Indonesia.
Perjalanan Seno menuju babak final bukanlah hal yang mudah. Berawal dari keinginannya untuk memperkenalkan potensi desa sekaligus berkontribusi bagi pembangunan masyarakat, ia memberanikan diri mengikuti proses seleksi yang berlangsung secara bertahap dan kompetitif.
Saat tahap awal, Seno harus memenuhi seluruh persyaratan administrasi, menyusun dokumen pendukung, hingga membuat video perkenalan yang memuat gagasan inovatif mengenai pengembangan desa. Ia menyadari bahwa seluruh peserta memiliki kemampuan dan prestasi yang tidak kalah baik, sehingga persiapan dilakukan secara maksimal.
Setelah dinyatakan lolos seleksi administrasi, berbagai tahapan penilaian kembali harus dihadapi. Mulai dari penilaian karya, kemampuan komunikasi, wawasan tentang pembangunan desa, kepemimpinan, hingga pemanfaatan media digital sebagai sarana edukasi dan promosi potensi desa.
Baginya, setiap proses seleksi menjadi ruang belajar yang membentuk karakter sekaligus meningkatkan kepercayaan diri. Ia mengaku terus berupaya memberikan yang terbaik di setiap tahapan tanpa pernah menyerah.
Meski demikian, Seno tetap aktif menjalankan berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Pengalamannya dalam bidang kesehatan masyarakat, pemberdayaan pemuda, edukasi desa, serta keterlibatan di berbagai organisasi menjadi bekal penting yang memperkuat komitmennya untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Puncak perjuangan itu akhirnya terbayar ketika namanya diumumkan sebagai salah satu Finalis Duta Desa Indonesia 2026 yang berhasil masuk empat besar tingkat nasional.
”Rasa haru, bangga, dan syukur bercampur menjadi satu. Menjadi finalis bukanlah akhir dari perjalanan, tetapi awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk menjadi inspirasi bagi masyarakat serta mempromosikan potensi desa di tingkat nasional,” ujarnya, Sabtu, (1/8/2026).
Menurutnya, ajang Duta Desa Indonesia bukan hanya kompetisi, melainkan wadah untuk belajar, berkolaborasi, memperluas jaringan, serta menghadirkan berbagai inovasi yang dapat mendorong kemajuan desa.
Ia meyakini setiap desa di Indonesia memiliki potensi besar yang dapat berkembang apabila dikelola dengan semangat gotong royong, kreativitas, dan kepedulian terhadap masyarakat.
Melalui pencapaian itu, ia berharap semakin banyak generasi muda yang terdorong untuk aktif membangun desa, menggali potensi lokal, serta membawa nama daerah ke tingkat nasional.
”Langkah kecil yang dimulai dari desa dapat menjadi perubahan besar bagi Indonesia,” tutupnya.




