KUNINGAN – Bursa calon Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kuningan mulai menghangat menjelang Musyawarah Daerah (Musda) yang dijadwalkan berlangsung 19 September 2026. Sejumlah nama mulai diperbincangkan, termasuk kemungkinan kepala daerah mengambil posisi sebagai pimpinan partai di tingkat daerah.

Anggota DPRD Jawa Barat dari Partai Golkar, Dudy Pamuji, mengatakan penentuan ketua tetap harus merujuk pada aturan dan mekanisme internal partai. Ia tidak menyebut figur yang akan didukungnya dalam Musda mendatang.

Menurut Dudy, figur yang selama ini dinilai mampu menjalankan kepemimpinan layak dipertimbangkan untuk melanjutkan tugasnya.

“Kalau memang ada sosok yang bagus, lanjutkan,” kata Dudy seusai menghadiri rapat paripurna Hari Jadi ke-528 Kuningan, belum lama ini.

Pernyataan Dudy menjadi menarik ketika ditanya soal peluang kepala daerah menjadi Ketua DPD Golkar Kuningan. Ia mengatakan peluang itu terbuka sepanjang kepala daerah yang bersangkutan bersedia.

“Kalau memang bersedia, mungkin bisa jadi. Tapi kalau ternyata bupatinya tidak bersedia karena mungkin mengingat, menimbang sesuatu hal, mungkin diserahkan kepada yang lebih ahlinya,” ujarnya.

Dudy menyebut Golkar masih memiliki ruang fleksibilitas dalam menentukan figur yang akan memimpin partai di daerah. Kesediaan dan kesiapan calon, kata dia, menjadi salah satu pertimbangan.

“Golkar masih fleksibel,” katanya.

Namun, ketika ditanya apakah aturan partai mengharuskan kepala daerah dari Golkar menjadi Ketua DPD di daerahnya, Dudy memberikan jawaban berbeda.

“Kalau aturan, berarti harus,” ujar dia.

Dudy kemudian memperjelas maksud pernyataannya. Menurut dia, ketentuan tersebut lebih tepat dipahami sebagai dorongan agar kepala daerah dapat diusulkan menjadi pimpinan partai di wilayahnya, bukan instruksi yang otomatis harus dijalankan.

“Lebih baik dititikberatkan diusulkan supaya kepala daerah bisa menjadi pimpinan partai di daerahnya. Bukan harus instruksinya,” tuturnya.

Musda DPD Golkar Kuningan dijadwalkan digelar pada 19 September. Waktu pelaksanaan yang semakin dekat membuat peta dukungan dan nama-nama yang berpotensi maju diperkirakan semakin mengerucut.

Dudy sendiri masih menutup rapat siapa figur yang akan didukungnya. Ketika kembali ditanya mengenai pilihannya, ia memberikan jawaban singkat.

“Dukung yang sudah bagus saja,” kata Dudy. ***