Cikalpedia
”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s
Opini

Kasi Bimas Islam Ungkap Rahasia Keluarga Harmonis

Ia mencontohkan, keinginan besar seperti memiliki rumah atau menunaikan ibadah haji perlu ditempatkan sebagai target jangka panjang, bukan ambisi jangka pendek tanpa perencanaan yang matang. Dibutuhkan pengorbanan, baik waktu maupun usaha, untuk meningkatkan kapasitas finansial.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti pengaruh media sosial terhadap persepsi generasi muda terhadap pernikahan. Menurutnya, maraknya informasi negatif seperti perceraian, persoalan ekonomi, hingga fenomena child free, kerap dijadikan alasan untuk menunda bahkan menghindari pernikahan.

“Informasi itu seharusnya dijadikan pelajaran, bukan dijadikan dasar untuk takut menikah. Dari kegagalan orang lain, kita bisa belajar untuk tidak mengulang kesalahan yang sama,” ungkapnya.

Ridlo menegaskan bahwa setiap individu perlu memiliki keyakinan dan tetap berikhtiar dalam menjalani kehidupan, termasuk dalam membangun rumah tangga. Rezeki, menurutnya, telah diatur, namun manusia tetap dituntut untuk berusaha dan mencari peluang.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung fenomena pernikahan mewah yang justru membebani kehidupan setelah akad. Ia mengapresiasi saran dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, agar masyarakat tidak berlebihan dalam menggelar resepsi, dan lebih mengutamakan kesiapan kehidupan setelah menikah.

“Lebih baik sederhana tapi siap menjalani kehidupan setelahnya, daripada megah di awal tapi kesulitan ke depannya. Intinya bukan melarang, tapi mengajak untuk bijak dan realistis,” tutupnya.

Penulis: Icu Firmansyah || Editor: Sopandi

Baca Juga :  Target 1 Bulan, KPU Kerahkan 3.551 Orang Untuk Coklit