
KUNINGAN – Rumah makan RM Ali Action yang berada di Taman Kota Kuningan terbakar, Rabu, (16/9/2026). Kebakaran diduga akibat korsleting listrik yang kemudian dengan cepat membakar bagian plafon yang berbahan mudah terbakar.
Pemilik RM Ali Action, Muhammad Ali, mengatakan kebakaran pertama kali diketahui oleh karyawan. Menurutnya, sempat terdengar suara ledakan sebelum api dengan cepat membesar di bagian atas bangunan.
“Korsleting listrik yang jelas,” ujar Muhammad Ali saat ditemui di lokasi kejadian.
Ia menjelaskan, lantai empat bangunan tersebut biasa digunakan sebagai tempat istirahat karyawan yang sedang berganti sif. Saat kebakaran terjadi, kata dia, karyawan yang berada di sekitar lokasi langsung berupaya menyelamatkan diri dan meminta konsumen untuk keluar dari bangunan.
Ali memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Ia menyebut keselamatan karyawan dan konsumen menjadi hal utama dalam penanganan kebakaran.
“Yang jelas intinya karyawan selamat, orang pembeli selamat. Nomor satu kan itu,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada petugas pemadam kebakaran dan unsur terkait yang datang melakukan penanganan. Saat kejadian berlangsung, dirinya mengaku sedang berada di cabang lainnya.
Sementara itu, Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kabupaten Kuningan, Andri Arga Kusuma, mengatakan pihaknya menerima laporan dari warga mengenai kebakaran di rumah makan tersebut. Petugas langsung mengerahkan armada karena lokasi berada di kawasan pertokoan yang cukup padat bangunan.
“Dari visualnya cukup besar juga dan kita juga khawatirnya ini kan pusat pertokoan dan padat bangunan,” ujar Andri.
Petugas Damkar, kata dia, mengerahkan empat unit kendaraan pemadam dan melakukan pengisian air sebanyak dua kali. Sebanyak kurang lebih 15 personel diterjunkan untuk memastikan kobaran api dapat dikendalikan.
Andri mengatakan titik api berada di bagian plafon lantai empat. Area tersebut bukan merupakan tempat memasak, sehingga dugaan awal mengarah pada adanya gangguan listrik yang memicu kebakaran.
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik panas yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Ali menambahkan, RM miliknya telah menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) yang secara berkala dilakukan penggantian. Namun, saat kejadian, kepanikan sempat terjadi di antara karyawan.
Hingga proses penanganan selesai, tidak ada korban jiwa maupun luka yang dilaporkan. Kebakaran tersebut menghanguskan bangunan seluas 20 meter persegi, satu unit toren, dan pakaian karyawan, sehingga kerugian mencapai Rp25 juta.





