KUNINGAN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam menjalankan program pengabdian kepada masyarakat.

Salah satunya melalui koordinasi dan audiensi bersama UPTD Pertanian, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), serta Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Ciwaru.

Pertemuan yang berlangsung di Kecamatan Ciwaru, Jum’at, (25/7/2026) itu menjadi langkah awal dalam menyelaraskan program kerja KKN di Desa Sagaranten agar sejalan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya di sektor pertanian.

Melalui sinergi tersebut, program yang dijalankan tidak hanya menjadi kegiatan akademik, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani dan pembangunan desa yang berkelanjutan.

Mahasiswa mempresentasikan sejumlah program prioritas yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian. Program tersebut meliputi pengolahan hasil pertanian untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) sebagai alternatif pupuk ramah lingkungan, hingga kegiatan penanaman bibit guna mendukung produktivitas pertanian sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai masukan dari pihak UPTD, BPP, dan POPT. Berbagai saran tersebut menjadi bahan penyempurnaan agar seluruh program benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat Desa Sagaranten.

Kaur perencanaan Desa Sagaranten, Samsi Nugraha, menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program pemberdayaan masyarakat.

“Sinergitas ini menjadi peran yang sangat strategis dalam mendukung keberhasilan program kerja mahasiswa KKN. Kami mengucapkan terima kasih kepada UPTD dan BPP Kecamatan Ciwaru yang telah menerima kami dengan sangat baik serta memberikan ruang untuk berdiskusi demi kemajuan pertanian di Desa Sagaranten,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Sagaranten, Deni Sudrajat. Ia menegaskan kesiapan pihaknya untuk mendampingi mahasiswa dalam merealisasikan setiap program yang telah dirancang.

“Kami mendorong mahasiswa untuk tetap semangat menjalankan setiap program kerja. Mari kita laksanakan bersama-sama. Apa yang bisa kami bantu, Insya Allah kami siap memberikan pendampingan demi memajukan para petani di Desa Sagaranten,” katanya.

Hal senada disampaikan Koordinator BPP Kecamatan Ciwaru, Rosandi, yang menyambut positif keterlibatan mahasiswa dalam pembangunan sektor pertanian.

“Kami merasa bangga melihat mahasiswa yang memiliki kepedulian tinggi terhadap pembangunan desa melalui sektor pertanian. Program seperti ini sangat positif dan kami siap memberikan dukungan agar pelaksanaannya berjalan optimal,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, POPT Kecamatan Ciwaru, Taupik Imanudin, turut memberikan pemaparan teknis mengenai pembuatan Pupuk Organik Cair (POC).

Ia menjelaskan tahapan pembuatan, pemilihan bahan baku, proses fermentasi, hingga standar kualitas pupuk agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi petani.

“Pembuatan POC harus memperhatikan kualitas bahan, proses fermentasi, dan kebutuhan petani. Apa yang menjadi kebutuhan petani saat ini akan kami dukung agar program ini benar-benar memberikan manfaat nyata,” jelas Taupik.

Sementara itu, salah seorang mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga, Dafa, mempresentasikan konsep program kerja secara komprehensif mulai dari tujuan, mekanisme pelaksanaan, hingga harapan keberlanjutan program setelah masa KKN berakhir.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan KKN di Desa Sagaranten.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada UPTD, BPP, POPT Kecamatan Ciwaru, serta Pemerintah Desa Sagaranten atas penerimaan, arahan, dan dukungan yang diberikan. Semoga kolaborasi ini mampu menghasilkan program kerja yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Dari hasil koordinasi tersebut, seluruh pihak sepakat bahwa pelaksanaan program akan disesuaikan dengan skala prioritas berdasarkan kebutuhan riil masyarakat.

Program yang memiliki dampak paling besar dan berpotensi berkelanjutan akan menjadi fokus utama serta mendapatkan pendampingan penuh dari UPTD, BPP, dan POPT Kecamatan Ciwaru.