“Kadang naik turun kalau masuk ke PNBP, bisa 10 ribu atau 20 ribu. Kalau sisanya itu untuk layanan dan jasa dari pengelola pendakiannya seperti kesehatan dan lain-lain,” ujarnya.
Pihaknya menghimbau kepada para pendaki agar menaati SOP yang sudah ditentukan oleh TNGC. Hal itu tidak bisa ditawar sebagai upaya memastikan keamanan, kenyamanan, serta tetap menjaga pelestarian Gunung Ciremai.
“Jadilah pendaki yang bijak, artinya mementingkan aspek ekologis, tidak melakukan perbuatan yang melanggar dari ketentuan pendakian. Taati SOP-nya, mulai dari pendaftaran kemudian pengecekan sampah, dan yang jelas jangan meninggalkan sampah di atas,” imbaunya.
Tak hanya untuk pengunjung, Toni juga menghimbau kepada pengelola agar menaati SOP, terus meningkatkan pelayanan, dan komunikasi yang intens dengan pihak TNGC.
“SOP ditaati, tingkatkan pelayanan, kalau misalnya ada keluhan dan sebagainya harus segera komunikasi. Jika semisal ada pendaki tidak sesuai kuota, jangan dipaksakan untuk naik,” pungkasnya. (Icu)
