
CIREBON – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 90 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar Workshop Pengembangan UMKM di Balai Pemberdayaan Masyarakat (Baperkam) Kelurahan Panjunan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, belum lama ini. Kegiatan tersebut difokuskan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha mikro, khususnya dalam pengurusan sertifikasi halal dan pengembangan usaha.
Pendampingan UMKM menjadi salah satu program utama kelompok KKN selama menjalankan pengabdian di Kelurahan Panjunan. Berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan mahasiswa, pelaku usaha di wilayah pesisir itu masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari legalitas usaha, sertifikasi halal, hingga pemasaran produk.
Ketua KKN Kelompok 90, Achmad Kurtubi Zaelani mengatakan sertifikasi halal dipilih sebagai langkah awal karena menjadi salah satu syarat penting untuk meningkatkan daya saing produk di pasar.
“Sertifikasi halal menjadi pintu masuk untuk memperkuat daya saing UMKM. Setelah itu kami akan melanjutkan pendampingan sesuai kebutuhan yang ditemukan selama berada di Panjunan,” ujarnya.
Hasil pemetaan mahasiswa menunjukkan Kelurahan Panjunan memiliki potensi ekonomi yang cukup besar, terutama dari sektor kuliner dan olahan hasil laut. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya berkembang karena masih terbatasnya pemahaman pelaku usaha mengenai legalitas produk, desain kemasan, dan pemasaran digital.
Untuk menjawab persoalan itu, workshop menghadirkan praktisi hukum sekaligus pendamping UMKM, Rizal Ramadhan, S.H., M.H. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya legalitas usaha dan sertifikasi halal sebagai upaya membangun kepercayaan konsumen sekaligus memperluas akses pasar.
Selain itu, peserta juga mendapatkan materi mengenai strategi memperbaiki kemasan produk serta pemanfaatan media sosial dan marketplace sebagai sarana pemasaran.
Pelatihan berlangsung interaktif. Sejumlah pelaku UMKM memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai proses pengurusan sertifikasi halal, pengembangan kemasan, hingga strategi memasarkan produk secara digital.
Melalui kegiatan itu, mahasiswa KKN berharap pendampingan yang dilakukan tidak berhenti pada pelaksanaan workshop, tetapi menjadi awal kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah kelurahan, dan pelaku usaha dalam memperkuat UMKM di wilayah pesisir Panjunan. ***




