
KUNINGAN – Hujan deras disertai angin kencang menerjang wilayah Kecamatan Maleber, Lebakwangi, dan sekitarnya, Kamis (29/10/2026). Sejumlah pohon tumbang dan bangunan terdampak.
Di Desa Cinagara dan Langseb Kecamatan Lebakwangi, salah satunya, cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan sejumlah bangunan dan rumah warga mengalami kerusakan, mulai dari dinding bangunan ambruk hingga bagian atap rusak diterjang angin.
Sedangkan di wilayah Maleber, ruas jalan di Desa Mekarsari terhalang pohon tumbang dan longsor. Bahkan, SMPN 2 Maleber di desa tersebut dikabarkan juga tertimpa pohon.
Di Cinagara, salah satu dampak yang dilaporkan yaitu robohnya dinding rumah warga akibat tidak kuat menahan terpaan hujan disertai angin. Kemudian, bagian atap rumah di Dusun Kaliwon dilaporkan terbawa angin, terutama pada bagian dapur rumah.
Wakil Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Cinagara, Darsono, mengatakan hujan deras yang disertai angin kencang menjadi penyebab kerusakan sejumlah bangunan di wilayah tersebut. Berdasarkan informasi yang diterimanya, terdapat beberapa rumah warga yang terdampak dalam kejadian itu.
Meski kerusakan terjadi pada sejumlah bagian rumah, Darsono memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
“Alhamdulillah, tidak ada korban. Untuk korban jiwa maupun luka-luka, tidak ada,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, salah satu rumah yang mengalami kerusakan sebelumnya telah mendapatkan bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Namun, kerusakan akibat hujan angin terjadi pada bagian dapur yang belum tersentuh program perbaikan tersebut.
“Kerusakan di area yang belum tersentuh Rutilahu, yakni bagian dapur. Karena bantuan Rutilahu itu hanya untuk bagian depan saja,” tuturnya.
Pasca kejadian, Darsono mengaku telah melaporkan kondisi tersebut kepada pemerintah desa. Laporan selanjutnya akan dikoordinasikan dengan pihak terkait, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), agar warga terdampak dapat memperoleh penanganan sesuai prosedur yang berlaku.
Sementara itu, penanganan awal dilakukan melalui koordinasi bersama pengurus lingkungan dan masyarakat setempat. Warga bergotong royong membantu membersihkan serta membenahi bagian bangunan yang mengalami kerusakan agar kondisi lingkungan dapat segera kembali tertata.
Ia berharap koordinasi antara pemerintah desa, pihak terkait, dan masyarakat dapat mempercepat penanganan rumah-rumah yang terdampak. Ia juga mengapresiasi kesigapan warga yang turut membantu proses penanganan pasca kejadian.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama hujan deras yang disertai angin kencang. Warga diimbau memeriksa kondisi atap, dinding, kanopi, dan bagian bangunan lainnya yang berisiko rusak ketika cuaca buruk melanda.
Hingga saat ini, pendataan lebih lanjut mengenai jumlah rumah terdampak serta tingkat kerusakan masing-masing bangunan masih perlu dipastikan melalui pihak pemerintah desa dan instansi terkait.***




