
KUNINGAN – Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperkuat upaya pencegahan gangguan penglihatan melalui Puncak Peringatan Hari Penglihatan Sedunia (World Sight Day/WSD) Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026. Acara digelar di Aula Bank BJB Kuningan, Rabu (28/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum strategis untuk memperluas akses skrining mata, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mata, serta mewujudkan generasi sehat dan lansia yang tetap mandiri.
Mengusung tema lokal “Jaga Penglihatan, Jaga Masa Depan: Generasi Sehat, Lansia Tetap Mandiri” dan kampanye global Love Your Eyes, peringatan tersebut menegaskan pentingnya deteksi dini gangguan penglihatan sebagai langkah nyata menjaga kualitas hidup masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan pelayanan kesehatan primer, edukasi berkelanjutan, pencegahan penyakit, serta kolaborasi lintas sektor.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Setda Provinsi Jawa Barat, Lusi Lesminingwati, menekankan bahwa kesehatan merupakan fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Filosofi Sunda Pancawaluya, khususnya nilai Cageur atau sehat menjadi pijakan bahwa kesehatan harus terjaga agar masyarakat mampu berkembang menjadi pribadi yang Pinter atau cerdas dan Singer atau cekatan.
“Merawat mata adalah ikhtiar kita bersama. Langkah kecil yang kita dorong melalui tema nasional tahun ini, Skrining Mata, Langkah Kecil untuk Manfaat Besar’, adalah kemauan melakukan deteksi dini secara berkala agar fatalitas penyakit seperti katarak dapat dicegah,” tuturnya.
Pentingnya upaya tersebut tercermin dari besarnya dampak gangguan penglihatan terhadap kualitas hidup dan produktivitas masyarakat. Berdasarkan data nasional yang disampaikan dalam kegiatan itu, kerugian ekonomi akibat penurunan kualitas hidup yang diukur melalui Quality-Adjusted Life Year (QALY) Lost akibat gangguan penglihatan mencapai Rp84,7 triliun.
Sementara itu, di Kabupaten Kuningan, hasil pemeriksaan terhadap 202.000 warga sepanjang 2025 menunjukkan bahwa 19.702 orang atau hampir 10 persen mengalami gangguan penglihatan. Data tersebut menjadi pengingat bahwa skrining secara berkala dan penanganan sedini mungkin perlu terus diperluas, terutama bagi kelompok rentan, seperti anak usia sekolah dan lanjut usia.
Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, mengapresiasi kepercayaan menjadikan Kabupaten Kuningan sebagai lokus program penguatan kesehatan mata. Menurutnya, program tersebut membuka peluang lebih besar untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya warga yang tinggal di wilayah pelosok.
“Ini menjadi harapan besar bagi kami untuk mendekatkan pelayanan ke tingkat komunitas, terutama mengatasi tantangan jarak, keterbatasan spesialis mata, dan kendala ekonomi warga di pelosok desa,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Kabupaten Kuningan memperoleh alokasi 500 kuota operasi katarak gratis dan 500 kacamata gratis bagi anak sekolah. Dukungan tersebut dinilai membantu masyarakat mendapatkan akses pemeriksaan dan penanganan gangguan penglihatan secara lebih mudah, sekaligus mendukung anak-anak agar dapat belajar dengan optimal dan para lansia menjalani aktivitas sehari-hari secara lebih mandiri.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, dr. Edi Martono, melaporkan bahwa kegiatan secara luring diikuti oleh 220 peserta. Peserta tersebut terdiri atas 150 lansia dan anak sekolah sebagai kelompok sasaran skrining, 37 Kepala Puskesmas se-Kabupaten Kuningan, serta 33 undangan dari berbagai unsur lintas sektor.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Tim Kerja Kesehatan Gigi, Mulut, dan Indera Kementerian Kesehatan RI, Anthony Azriansyah, Plt. Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dr. Selvia Kusdwiyanti, serta perwakilan The Fred Hollows Foundation (FHF).
Hadir pula Direktur RS Linggajati Kuningan, pimpinan Kuningan Eye Center, jajaran pengurus TP PKK dan PC Muslimat NU Kabupaten Kuningan, para dokter spesialis mata dari PERDAMI, serta perwakilan organisasi profesi IROPIN dan GAPOPIN. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan itu memperkuat komitmen bersama dalam membangun pelayanan kesehatan mata yang inklusif dan berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan diisi dengan peninjauan skrining mata massal, pemberian kacamata gratis secara simbolis, serta talkshow kesehatan mata yang mengangkat tema “Jaga Penglihatan, Jaga Masa Depan: Generasi Sehat, Lansia Tetap Mandiri”.
Talkshow tersebut dimoderatori oleh Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, dr. H. Denny Mustafa, dengan menghadirkan narasumber dr. Revanggi Marendra, dari PERDAMI Kuningan dan dr. Selvia Kusdwiyanti, Plt. Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. Diskusi tersebut memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kelainan refraksi, pentingnya pemeriksaan mata secara berkala, serta deteksi dini penyakit mata yang berpotensi mengganggu kualitas hidup apabila tidak ditangani dengan tepat.***




