Klaim pemerintah soal “makanan bergizi” pun dipatahkan oleh temuan di lapangan. Alih-alih mendapatkan sayur-mayur segar dari petani lokal, menu MBG di berbagai daerah seperti Sukabumi hingga NTT justru didominasi oleh makanan ultra-proses (Ultra-Processed Foods). Roti biskuit, susu berperisa, dan daging olahan menjadi menu harian.
Kandungan gizi ini justru memicu risiko diabetes tipe-2 dan obesitas pada anak. Berdasarkan data CELIOS, 62 persen ibu yang menjadi responden menyatakan anak mereka tidak mengalami kenaikan berat badan meski rutin mengonsumsi jatah MBG. “Anak-anak kita diberi makan sampah industri yang dikemas sebagai program pemerintah. Ini bukan soal gizi, tapi soal penyerapan produk-produk korporasi pangan besar,” tegas Uha.
Kondisi kerja di balik dapur SPPG pun tak kalah menyedihkan. Pekerja dipaksa bekerja lebih dari 20 jam per hari tanpa kontrak tertulis, bahkan banyak tenaga “ahli gizi” yang tidak memiliki latar belakang pendidikan di bidang tersebut.
Akumulasi kekecewaan ini berujung pada angka statistik yang menyakitkan bagi pemerintah, 95,73 persen responden dalam survei CELIOS menginginkan program MBG segera dihentikan. Mayoritas publik lebih setuju jika dana fantastis tersebut dikembalikan ke skema bantuan tunai langsung atau penguatan Program Keluarga Harapan (PKH).
Uha Juhana menutup analisisnya dengan peringatan keras bagi pengambil kebijakan. Ia menuntut adanya audit total, mulai dari audit keuangan hingga audit forensik terhadap kasus keracunan massal yang terjadi.
“Uang rakyat sebanyak itu seharusnya untuk memperkuat puskesmas dan sekolah, bukan untuk proyek pengadaan pangan yang penuh dengan praktik KKN. Tanpa evaluasi total, MBG hanya akan menjadi mesin pemborosan uang negara yang dibayar dengan kesehatan anak-anak kita,” pungkas Uha Juhana.
Dengan rapor merah yang tebal ini, publik kini menunggu apakah pemerintah akan tetap memaksakan program yang ditolak oleh 95 persen rakyatnya, atau berani mengakui kegagalan dan mengembalikan hak-hak sektor pendidikan serta kesehatan yang telah dirampas?. (ali)
