“Menu yang di poto itu kurang lengkap, sebetulnya susu itu ada 2, dan saya juga sudah sampaikan ke pihak terkait, menu yang kami sajikan mengecewakan, dan ke depan kami akan memperbaiki itu semua,” tegasnya.
Pihaknya juga menjelaskan, ketika orang tua siswa mendapati keluhan atau tanggapan tentang menu, agar melaporkan ke Satgas MBG sesuai alur yang ditentukan. Menurutnya, Satgas MBG akan malanjutkannya ke Korwil SPPI untuk ditindaklanjuti.
”Kalau misalkan ada temuan, laporan itu masuk ke Satgas, nanti Satgas komunikasi lebih lanjut dengan Koordinator Wilayah (Korwil) SPPI, atau bisa secara langsung tetapi harus mengirim surat dulu,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Ahli Gizi di dapur tersebut, Diana Damayanti, mengakui bahwa menu yang dinilai mengecewakan oleh orang tua penerima manfaat tersebut belum melalui perhitungan takaran gizi yang memadai.
”Kemarin saya bilang takaran gizi itu belum dihitung, memang itu benar, karena memang keadaan dapur masih dalam penyesuaian. Tapi, saya bisa tahu bahwa menu itu bisa memenuhi, walaupun belum spesifik, saya bisa mengetahui bahwa itu bisa memenuhi porsi kecil dan porsi besar,” ujarnya.
Ia juga mengakui tentang dugaan menu yang mengandung bahan pengawet. Meski demikian, ia menyampaikan bahwa dengan menu snack tersebut kandungan gizinya sudah terpenuhi.
”Kalau untuk snack yang katanya ada bahan pengawet, karena itu keadaan dapur. Dan hal itu memang salah, karena sudah dihimbau oleh Badan Gizi Nasional (BGN), menu itu tidak memakai Ultra Processed Food (UPF), tapi itu nilai gizinya masih mencukupi,” tambahnya.
Pihaknya berkomitmen bahwa kejadian menjadi bahan evaluasi tim SPPG Cipari 2, termasuk bagaimana menyajikan menu sajian yang harus memenuhi gizi seimbang. Ke depan, pihaknya akan terus berupaya melakukan pelayanan yang optimal untuk penerima manfaat.
Selain itu, pihaknya juga akan mememafaatkan produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), khususnya di wilayah masyarakat Desa Cipari dan sekitarnya. (Icu)
