KUNINGAN –  Kebakaran melanda bangunan usaha Pentago Coffee Roastery di Dusun Jagaguna, RT 06 RW 01, Desa Cibeureum, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Senin (20/7/2026) siang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai Rp387,4 juta.

‎Kepala UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan, Andri Arga Kusuma, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 12.23 WIB dari Kepala Desa Cibeureum. Petugas Regu 1 kemudian diberangkatkan menuju lokasi pada pukul 12.35 WIB dan tiba sekitar 12.50 WIB.

‎”Begitu menerima laporan, kami langsung mengerahkan personel menuju lokasi untuk melakukan upaya pemadaman agar api tidak merambat ke bangunan lain di sekitar lokasi kejadian,” ujar Andri.

‎Menurut keterangan pemilik usaha, Kari bin Asiban (53), saat kejadian dua unit mesin roasting kopi sedang beroperasi. Namun, ia meninggalkan lokasi untuk menunaikan salat Dzuhur, sementara istrinya pulang ke rumah yang berada tidak jauh dari tempat usaha tersebut. Akibatnya, bangunan dalam keadaan kosong dengan seluruh pintu tertutup.

‎Sekitar pukul 12.00 WIB, sepulang dari masjid, Kari melihat kepulan asap tebal keluar dari bangunan usahanya. Ia bersama warga sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, kobaran api dengan cepat membesar dan melalap berbagai peralatan di dalam bangunan.

‎Mendapat laporan tersebut, petugas UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan langsung melakukan pemadaman. Proses pemadaman berlangsung sekitar 50 menit hingga api berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.40 WIB.

‎”Pemadaman berjalan dengan dukungan berbagai unsur, termasuk bantuan suplai air sebanyak 60 ribu liter dari Bagirang Water, sehingga api dapat segera dikendalikan,” katanya.

‎Selain petugas Damkar, penanganan kebakaran juga melibatkan Babinsa Kecamatan Cilimus, personel Polsek Cilimus, Satpol PP BKO Kecamatan Cilimus, petugas PLN, aparat Kecamatan Cilimus, Pemerintah Desa Cibeureum, serta masyarakat setempat.

Bangunan seluas sekitar 130 meter persegi mengalami kerusakan akibat terbakar. Sejumlah aset yang ikut hangus di antaranya 1,5 ton kopi, dua unit mesin roasting, dua tabung LPG 3 kilogram, satu unit televisi 42 inci, satu showcase, serta uang tunai sekitar Rp25 juta.

‎”Untuk penyebab kebakaran masih bersifat dugaan awal. Berdasarkan informasi di lokasi, api diduga berasal dari pengoperasian mesin roasting kopi. Penyebab pastinya tetap menunggu hasil penyelidikan dari pihak berwenang,” jelasnya.

‎Ia juga mengimbau para pelaku usaha maupun masyarakat agar tidak meninggalkan peralatan yang masih beroperasi tanpa pengawasan, terutama peralatan yang menghasilkan panas atau menggunakan sumber energi listrik maupun gas.

‎”Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu memastikan seluruh peralatan produksi dalam kondisi aman sebelum ditinggalkan. Langkah sederhana seperti mematikan mesin atau memastikan ada pengawasan dapat meminimalkan risiko terjadinya kebakaran,” tutupnya.