KUNINGAN — Pemerintah Kabupaten Kuningan kembali menegaskan arah besar pembangunan daerah melalui visi Kuningan Melesat. Visi tersebut diklaim bukan sekadar slogan politik, melainkan menjadi ruh dan semangat dalam merancang kebijakan pembangunan jangka menengah hingga tahunan. Penegasan itu disampaikan langsung oleh Bupati Kuningan, H. Dian Rachmat Yanuar, saat membuka secara resmi Forum Konsultasi Publik Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Kuningan Tahun 2027.
Dalam forum yang dihadiri unsur pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, akademisi, pelaku usaha, insan pers, hingga organisasi kemasyarakatan tersebut, Bupati Dian menyampaikan bahwa setiap bangsa termasuk daerah memiliki cita-cita besar untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Cita-cita itu, menurut dia, harus dipandu oleh visi pembangunan yang konsisten dan tidak berubah mengikuti kepentingan jangka pendek.
“Visi kita, Kuningan Melesat, bukan sekedar rangkaian kata. Ia adalah ruh dan semangat untuk membangun kehidupan masyarakat Kuningan yang lebih baik,” ujar Dian dalam pidatonya. Kamis (29/1/2026).
Ia menegaskan bahwa nilai-nilai Maju, Empowering, Lestari, dan Tangguh harus menjadi ciri utama dalam setiap kebijakan publik. Nilai tersebut diharapkan menjadi pembeda arah pembangunan Kuningan dibanding daerah lain, sekaligus menjadi fondasi dalam menjawab tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan yang semakin kompleks.
Pertumbuhan Ekonomi Melonjak, Kemiskinan Menurun
Dalam paparannya, Dian membeberkan capaian pembangunan daerah yang dinilai menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Dari sisi ekonomi, Kabupaten Kuningan mencatat akselerasi pertumbuhan yang disebutnya impresif.
Pertumbuhan ekonomi daerah meningkat dari 5,61 persen pada 2024, lalu melonjak tajam menjadi 10,41 persen pada Kuartal II 2025, tertinggi di Jawa Barat. Berdasarkan rilis terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), pada Kuartal III 2025 pertumbuhan ekonomi Kuningan tercatat sekitar 9,11 persen secara tahunan (year-on-year).
Capaian tersebut menempatkan Kuningan pada peringkat kedua terbaik pertumbuhan ekonomi tingkat Provinsi Jawa Barat.
“Tren ini menunjukkan bahwa penguatan ekonomi Kuningan bersifat berkelanjutan, bukan sesaat,” kata Dian. Ia menyebut mesin ekonomi daerah bergerak solid dan stabil di tengah tekanan ekonomi nasional dan global.
Dari sisi sosial, angka kemiskinan juga dilaporkan menurun secara konsisten. Dalam dua tahun terakhir, persentase penduduk miskin turun dari 12,12 persen menjadi 10,74 persen. Tingkat pengangguran ikut menurun dari 9,49 persen menjadi 7,59 persen, sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat hingga 72,31, masuk kategori pembangunan manusia tinggi.
“Ini bukan sekadar angka statistik, tetapi bukti berkurangnya beban hidup dan tumbuhnya harapan baru masyarakat,” ujar Dian.
RKPD 2027 Bukan Formalitas
Meski menyoroti capaian positif, Bupati menegaskan bahwa Forum Konsultasi Publik RKPD 2027 tidak boleh dimaknai sebagai agenda seremonial belaka. Ia menyebut forum tersebut sebagai tahapan awal yang strategis dalam siklus perencanaan pembangunan daerah.
“Forum ini adalah fondasi untuk membumikan perencanaan pembangunan. Bukan hanya pemenuhan kewajiban administratif,” tegasnya.
Menurut Dian, terdapat tiga makna utama dalam konsultasi publik tersebut. Pertama, sebagai ruang mengidentifikasi persoalan pembangunan daerah secara objektif dan berbasis data. Kedua, untuk merumuskan isu-isu strategis yang mampu menjawab dinamika global, nasional, dan regional. Ketiga, sebagai sarana menyelaraskan aspirasi masyarakat dengan arah kebijakan pemerintah daerah.
Ia menekankan bahwa setiap masukan dan rekomendasi dari peserta forum merupakan energi penting untuk menyusun perencanaan yang tepat sasaran, efektif, dan berkelanjutan.
