Tema pembangunan 2027, yakni penguatan sumber daya manusia unggul dan komprehensif, menurut Dian, harus diterjemahkan secara konkret. Pembangunan tidak hanya mengejar kompetensi, tetapi juga membentuk manusia Kuningan yang sehat, produktif, berkarakter, dan berdaya saing.
Peran Akademisi hingga Pelaku Usaha
Kepala Bappeda Kuningan, Purwadi Hasan Darsono, dalam laporannya menjelaskan bahwa forum konsultasi publik melibatkan berbagai kelompok pemangku kepentingan.
Pada sesi akademisi yang dihadiri tujuh perguruan tinggi dan lembaga pengabdian masyarakat, sejumlah amanat strategis disepakati. Di antaranya integrasi riset dengan kebijakan daerah melalui penelitian kolaboratif, pemanfaatan data bersama, serta penguatan sektor PDRB yang tumbuh cepat seperti pariwisata dan pendidikan.
Selain itu, percepatan penyelesaian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dinilai krusial sebagai dasar pengembangan wilayah berkelanjutan, termasuk penguatan zona penyangga konservasi.
Sementara dalam sesi pelaku usaha, budayawan, dan pegiat lingkungan yang dihadiri 13 lembaga mitra, muncul dorongan pengembangan potensi unggulan daerah seperti kopi berindikasi geografis, penguatan UMKM dan koperasi, serta pembangunan infrastruktur pariwisata berbasis budaya dan lingkungan.
Isu alih fungsi lahan hutan juga menjadi sorotan. Forum mendorong penghentian ekspansi lahan yang tidak terkendali, peningkatan sinergi kawasan lindung, serta pemberian insentif bagi petani konservasi.
Peran Media dan Masyarakat Sipil
Dalam sesi komunitas, profesi, dan organisasi masyarakat yang dihadiri 13 lembaga, peserta menekankan pentingnya pendidikan keagamaan yang inklusif serta dukungan berkelanjutan terhadap pesantren, masjid, dan majelis taklim. Penguatan peran desa dan organisasi kepemudaan juga dinilai krusial untuk mendorong ruang kreativitas generasi muda.
Sementara itu, sesi media yang diikuti sembilan mitra pers menekankan pentingnya kerja sama informasi publik yang berimbang, beretika, dan profesional. Media diharapkan tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga mitra dialog kritis dalam pembangunan daerah.
Optimisme di Tengah Tantangan
Meski sejumlah indikator menunjukkan tren positif, tantangan pembangunan Kuningan ke depan tidak ringan. Tekanan fiskal, kebutuhan pembiayaan pembangunan, ketimpangan wilayah, hingga isu lingkungan tetap membayangi.
Namun Bupati Dian menegaskan pentingnya menjaga optimisme kolektif. “Setitik keyakinan akan kesuksesan akan memantik keberhasilan berikutnya,” ujarnya.
Dian juga seraya mengajak seluruh elemen masyarakat menempatkan kepentingan publik sebagai tujuan utama pembangunan.
“Dengan sinergi dan kebersamaan, RKPD yang kita susun harus visioner, realistis, dan membawa dampak nyata bagi kualitas hidup masyarakat Kuningan,” kata Dian.
Forum ini menjadi titik awal bagi Pemerintah Kabupaten Kuningan untuk memastikan bahwa ambisi Kuningan Melesat tidak berhenti sebagai jargon, tetapi benar-benar terwujud dalam kebijakan yang terukur, berkelanjutan, dan berpihak pada masyarakat. (ali)
