“Kami ingin menciptakan inovasi Promkes ini mulai dari hal yang berkaitan dengan budaya lokal seperti wayang atikan, sampai ke pendekatan modern seperti pop up book dan jingle,” tuturnya.
Pihaknya juga merencanakan, output dari kreativitas itu akan digunakan sebagai kit edukasi standar dalam kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dosen dan mahasiswa Kesmas Unisa Kuningan. Bahkan tidak menutup kemungkinan, semua alat tersebut diproduksi masal untuk dimanfaatkan oleh masyarakat Kuningan.
Terpisah, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Unisa Kuningan, Alfiani Rizqi, menyambut baik kreativitas mahasiswa atas bimbingan dosen tersebut. Menurutnya, pembelajaran mahasiswa bidang kesehatan, baik Prodi Kesmas maupun Gizi, terus didorong supaya bisa memberikan dampak positif sesuai bidang keilmuannya.
“Setiap aktivitas pembelajaran kami dorong supaya berdampak pada lingkungan. Mudah-mudahan karya yang kami dan mahasiswa buat membantu masyarajat dan pemerintah dalam pembangunan bidang kesehatan,” tuturnya. [Ceng]
