“Biasanya rotasi besar di awal tahun bukan sebatas penyegaran. Ada banyak pertimbangan, termasuk evaluasi kinerja dan kebutuhan strategis kepala daerah,” kata sumber lain kepada cikalpedia.id
Pemilihan lokasi pelantikan di Kebun Raya Kuningan, kawasan Padabeunghar, juga menarik perhatian. Selain berlatar ruang terbuka hijau, lokasi tersebut dinilai memberi pesan simbolik tentang semangat baru dan transformasi birokrasi. Namun, sebagian ASN menilai pelaksanaan di luar kantor pemerintahan memerlukan persiapan ekstra, terutama terkait teknis dan kehadiran peserta yang jumlahnya besar.
Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kabupaten Kuningan belum memberikan keterangan resmi terkait daftar nama pejabat yang dilantik maupun rincian posisi yang mengalami pergeseran. Upaya konfirmasi kepada pihak Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kuningan hanya membenarkan informasi tersebut.
Pelantikan eselon III ini diperkirakan akan menjadi penanda awal arah kebijakan birokrasi Pemkab Kuningan sepanjang 2026, sekaligus menguji konsistensi komitmen reformasi birokrasi di daerah tersebut. (Ali)
