KUNINGAN – Sebuah rumah di Dusun Bakom RT 11 RW 02, Desa Pamupukan, Kecamatan Ciniru, Kabupaten Kuningan, ludes dilalap si jago merah pada Rabu (8/4/2026) siang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materi ditaksir mencapai lebih dari Rp100 juta.
Kebakaran yang menimpa rumah milik, Cewo (66), seorang petani, pertama kali diketahui warga sekitar pukul 13.40 WIB. Saat itu, kondisi api sudah membesar dan dengan cepat melahap seluruh bangunan rumah berukuran 8 x 6 meter.
Warga yang panik segera melaporkan kejadian tersebut ke UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan. Petugas yang menerima laporan langsung bergerak cepat. Enam anggota Regu 3 diterjunkan menggunakan satu unit kendaraan pemadam jenis pancar menuju lokasi kejadian.
Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 14.15 WIB dan langsung melakukan upaya pemadaman serta pendinginan. Proses penanganan berlangsung selama kurang lebih 45 menit hingga api berhasil dikendalikan sekitar pukul 15.00 WIB.
“Api sudah dalam kondisi membesar saat pertama kali diketahui warga, sehingga seluruh bangunan rumah tidak dapat diselamatkan,” ujar Andri Arga Kusuma, selaku Kepala UPT Damkar Kuningan.
Upaya pemadaman juga melibatkan berbagai unsur, mulai dari anggota Koramil Ciniru, Polsek Ciniru, Satpol PP BKO Kecamatan Ciniru, aparat Desa Pamukpukan, hingga warga sekitar yang turut membantu proses pemadaman.
Adapun total kerugian materi diperkirakan mencapai Rp101,5 juta, meliputi bangunan rumah semi permanen, perabotan seperti tempat tidur, kursi tamu, perlengkapan memasak, serta barang lainnya. Selain itu, kejadian juga menimbulkan trauma dan kepanikan bagi warga sekitar.
Petugas juga menghadapi kendala di lapangan, yakni lokasi rumah yang cukup jauh dari akses jalan desa sehingga kendaraan pemadam tidak dapat menjangkau titik kebakaran secara maksimal. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Melalui kejadian tersebut, Damkar Kuningan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh instalasi listrik, penggunaan gas, hingga aktivitas pembakaran sampah.
”Kami mengimbau kepada masyarakat Kuningan khususnya rutin memeriksa kondisi peralatan rumah tangga serta menyediakan sarana penanggulangan awal seperti alat pemadam api ringan (APAR) dan sumber air di lingkungan masing-masing,” tutupnya. (Icu)
