Cikalpedia
”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s
Ragam

Serial “Keluarga Yang Tak Dirindukan” Angkat Konflik Nyata Keluarga Modern, Masuk Top 10 Netflix

dok.MDTV/Keluarga yang Tak Dirindukan

CIKALPEDIA – Industri hiburan Indonesia kembali menghadirkan drama keluarga yang menyentuh realitas sosial melalui serial Keluarga Yang Tak Dirindukan yang kini tayang di platform streaming Netflix. Serial produksi MD Entertainment ini mengangkat kisah pahit manis hubungan keluarga yang harus bertahan di tengah tekanan ekonomi dan konflik batin antar anggota keluarga.

Sejak dirilis, serial ini mendapat perhatian cukup besar dari penonton. Bahkan, dalam daftar tayangan populer di Netflix Indonesia, “Keluarga Yang Tak Dirindukan” sempat masuk dalam Top 10 serial yang paling banyak ditonton, menempati posisi ke-8. Capaian tersebut menunjukkan bahwa cerita yang diangkat cukup dekat dengan pengalaman banyak keluarga di Indonesia.

Alur cerita berpusat pada kehidupan tiga bersaudara, yakni Thoriq, Firzha, dan Zahra. Kehidupan mereka awalnya berjalan seperti keluarga pada umumnya hingga sebuah peristiwa mengubah segalanya. Ayah mereka, Santoso, mengalami kecelakaan yang membuatnya tidak lagi mampu bekerja. Peristiwa tersebut menjadi titik awal berbagai persoalan dalam keluarga mereka.

Dengan kondisi ayah yang harus menjalani perawatan dan tidak lagi menjadi tulang punggung keluarga, tanggung jawab ekonomi mendadak berpindah kepada anak-anaknya. Thoriq sebagai anak tertua merasa memiliki kewajiban moral untuk menjaga keluarganya tetap bertahan. Ia berusaha mencari pekerjaan dan memastikan ayahnya tetap mendapatkan perawatan yang layak.

Namun kondisi tersebut tidak sepenuhnya diterima oleh Firzha. Ia melihat keadaan itu sebagai beban yang berpotensi menghambat masa depan pribadinya. Perbedaan pandangan antara kedua saudara ini kemudian memicu konflik yang semakin memanas. Hubungan kakak beradik yang sebelumnya harmonis perlahan berubah menjadi penuh pertentangan.

Baca Juga :  Gerindra Rayakan HUT ke-18 dengan Aksi Sosial, Sri Laelasari: Politik Harus Hadir untuk Masyarakat