Namun, bukan hanya soal lampu pengatur jalan. Masalah klasik jalanan Kuningan adalah minimnya visibilitas di malam hari. Jalur-jalur provinsi yang melintasi area perbukitan dan persawahan kerap gelap gulita, meningkatkan risiko kecelakaan tunggal maupun kriminalitas.
Menjawab tantangan itu, sebanyak 500 titik Penerangan Jalan Umum (PJU) baru disebar di koridor-koridor vital. Mulai dari ruas Martadinata hingga Oleced, Segmen Oleced – Luragung, Segmen Oleced – Ciawigebang, Segmen Ciawigebang – Waled, hingga jalur wisata Mandirancan–Linggarjati. Penambahan ratusan titik cahaya ini diharapkan mampu menekan angka kecelakaan di jalur penghubung antarwilayah yang biasanya minim cahaya.
Kawasan Cisantana dan Palutungan tetap menjadi perhatian utama. Dishub Kuningan telah melakukan rapat koordinasi khusus dengan para pengelola objek wisata di sana. Manajemen parkir dan pengaturan arus lalu lintas menjadi poin krusial, mengingat kapasitas kantong parkir wisata seringkali tak sebanding dengan volume kendaraan yang datang.
“APILL dan PJU hanyalah alat bantu. Intinya ada pada konsistensi pengawasan di lapangan,” ungkap Nurdijanto.
Penempatan personel di berbagai pos pelayanan dan pengamanan (Pospam) dilakukan untuk merespons cepat jika terjadi kendala, seperti kendaraan mogok di tanjakan yang bisa memicu kemacetan berantai.
Langkah masif di akhir tahun ini memang tampak meyakinkan di atas kertas. Namun, efektivitas infrastruktur baru senilai miliaran rupiah ini baru benar-benar teruji saat malam pergantian tahun nanti. Apakah pemasangan 500 PJU dan APILL baru ini akan mampu meredam kekacauan tahunan, ataukah Kuningan tetap akan terjebak dalam persoalan klasik yaitu tentang volume kendaraan yang terus tumbuh melampaui kapasitas aspal jalanannya?
Di tengah riuh klakson di Simpang Bandorasa, publik berharap penguatan infrastruktur ini bukan hanya upaya menghabiskan anggaran di akhir tahun, melainkan investasi nyata untuk keselamatan nyawa di jalanan.
Kadishub Nurdijanto menutup statmen bahwa Pemerintah kabupaten Kuningan mendapat 1 unit kendaraan bus dari Kementerian Perhubungan RI berkat lobi – lobi yang dilakukan Bupati dan Wakil Bupati Kuningan. dan secara kebetulan Menteri Perhubungan RI merupakan pituin kuningan, termasuk Ditjen Perhubungan Darat juga pituin kuningan. (ali)
