Karena itu, Ia juga mengimbau para pejabat yang tetap bekerja di kantor untuk turut mendukung program efisiensi, salah satunya dengan menggunakan roda transportasi hemat energi.
“Bisa menggunakan angkutan umum, sepeda, motor listrik, atau kendaraan listrik. Saya sendiri biasa bersepeda dan akan kembali menggalakkan Jumat bersepeda,” katanya.
Lebih lanjut, Dian menyebutkan bahwa kebijakan WFH tersebut akan dievaluasi setiap bulan untuk mengukur dampaknya terhadap penghematan anggaran, seperti biaya listrik, air, dan telekomunikasi di masing-masing instansi.
“Nanti akan terlihat dinas mana yang berhasil melakukan efisiensi dan mana yang tidak. Yang berhasil akan kita beri reward, sementara yang tidak menunjukkan perubahan akan menjadi bahan evaluasi,” tuturnya.
Melalui penerapan sistem tersebut, pihaknya berharap kinerja ASN tetap optimal sekaligus mampu mendorong efisiensi anggaran di lingkungan Pemkab Kuningan tanpa mengabaikan pelayanan publik. (Icu)
