KUNINGAN – Isu merebaknya penyakit Superflu yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Kuningan, Edi Martono menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan kasus Superflu di wilayah Kabupaten Kuningan.
Ia menyampaikan, Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap perkembangan situasi kesehatan masyarakat, khususnya penyakit menular yang berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB).
”Sampai saat ini Kuningan belum ada laporannya, tapi mudah-mudahan tidak ada,” ujarnya saat dikonfirmasi Cikalpedia.id, Selasa, (13/1/2026).
Lebih lanjut, ia menjelaskan gejala yang dialami ketika mengidap penyakit superflu pada umumnya mirip dengan influenza biasa. Gejala tersebut bermula dari demam, batuk, pilek, yang disertai badan lemes, sehingga sulit untuk beraktivitas.
”Superflu ini juga berbahaya seperti Corona, karena lebih cepat penyebarannya, bahkan lemasnya juga berlebihan sehingga sulit untuk bangun, ini gejala secara teori, karena kita juga belum pernah melihat di lapangan,” tambahnya.
Untuk mengantisipasi gejala tersebut, Ia mengimbau masyarakat agar tetap waspada namun tidak panik. Ia juga menekankan pentingnya menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti rajin mencuci tangan, menggunakan masker saat mengalami gejala flu, serta menjaga daya tahan tubuh dengan asupan gizi seimbang dan istirahat yang cukup.
”Flu itu virus yang menyerang kepada fisik yang sedang turun, biasanya imunitas juga turun. Harusnya sering olahraga, makan yang bernutrisi, kalau perlu imunisasi untuk meningkatkan daya tahan tubuh, pencegahannya kaya flu biasa, kita juga belum ada informasi secara detail terkait dengan superflu ini dari Dinas Provinsi, termasuk penanganannya dan segala macam,” ujarnya.
Menurutnya, apabila sudah ditemukan kasus yang diduga Superflu, maka perlu ditindaklanjuti dengan pemeriksaan dan penanganan melalui fasilitas layanan kesehatan, karena secara klinis cukup sulit membedakan antara flu biasa dengan Superflu tanpa pemeriksaan lebih lanjut.
Ia juga menjelaskan asal muasal virus tersebut diduga berasal dari wilayah perkotaan atau dari para perantau yang datang dan pergi antar daerah. Mobilitas masyarakat yang tinggi, menurutnya, menjadi salah satu faktor yang dapat mempercepat penyebaran penyakit menular, termasuk Superflu.
”Orang-orang yang bekerja di luar kota, kembali ke sini ternyata mengidap virus, dan itu seperti covid,” jelasnya.
Ia menghimbau kepada masyarakat Kuningan untuk menjaga pola hidup, seperti cuci tangan sebelum makan, pilih menu yang bergizi, istirahat yang cukup, dan imunisasi, guna menguatkan daya tahan tubuh dari masuknya virus. (Icu)
previous post
