KUNINGAN – Kebakaran hutan dan lahan terjadi di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), tepatnya di Blok Cirendang, Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Selasa, (21/7/2026).

Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 12.30 WIB setelah Babinsa Desa Padabeunghar, Sertu Nendi, menerima laporan dari Nia, penjaga warung di kawasan wisata Batu Sepur. Nia melihat kepulan asap disertai api yang mulai menjalar di kawasan hutan milik TNGC.

Mendapat laporan tersebut, anggota Koramil 1514 Pancalang gerak cepat bersama perangkat Desa Padabeunghar, petugas TNGC, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta warga menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.

Upaya pemadaman dilakukan secara manual dengan menerapkan teknik sekat bakar menggunakan peralatan seadanya guna mencegah api meluas ke area lain. Berkat kerjasama seluruh unsur di lapangan, api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 16.00 WIB.

Bintara Tinggi Tata Urusan Dalam (Batituud) Koramil 1514/Pancalang, Peltu Budi Waluyo, mengatakan sinergi seluruh unsur menjadi kunci keberhasilan dalam mengendalikan kebakaran sebelum api meluas ke kawasan yang lebih besar.

“Begitu menerima laporan dari Babinsa, kami langsung berkoordinasi dengan pihak TNGC, pemerintah desa, Masyarakat Peduli Api, dan warga untuk melakukan pemadaman. Alhamdulillah api dapat dikendalikan sehingga tidak merambat lebih luas. Kami mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan kebakaran ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, kawasan Blok Cirendang merupakan salah satu titik rawan kebakaran saat musim kemarau karena didominasi vegetasi kering dan berbatasan langsung dengan permukiman warga.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati selama musim kemarau. Jangan melakukan pembakaran lahan, membuang puntung rokok sembarangan, atau aktivitas lain yang dapat memicu kebakaran. Jika melihat kepulan asap atau titik api, segera laporkan agar dapat segera ditangani sebelum membesar,” tambahnya.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, sekitar 30 hektare lahan semak dan rumput kering di kawasan TNGC hangus terbakar.

Kebakaran diduga dipicu oleh kondisi cuaca yang sangat panas. Ranting-ranting pohon yang mengering diduga mengalami gesekan akibat terpaan angin kencang hingga memunculkan percikan api yang kemudian merambat ke vegetasi kering di sekitarnya. Dugaan tersebut masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut.

Blok Cirendang merupakan kawasan yang hampir setiap musim kemarau mengalami kebakaran. Lokasinya yang berbatasan langsung dengan permukiman warga Dusun Cirendang membuat potensi penyebaran api menjadi perhatian serius bagi seluruh pihak.

Selain melakukan pemadaman, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.

Warga diimbau tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran serta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun kepulan asap sebagai langkah deteksi dini dan mitigasi bencana kebakaran hutan dan lahan.