
KUNINGAN – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Kuningan (Uniku) kembali menggelar Paper Camp 2026, pelatihan intensif penulisan artikel ilmiah yang diikuti 30 dosen. Kegiatan berlangsung selama dua hari di Kampus Uniku, Sabtu (25/7/2026).
Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya yang dilaksanakan di luar daerah, Paper Camp tahun ini dipusatkan di lingkungan kampus. LPPM menilai pelaksanaan di kampus akan memudahkan pendampingan peserta sekaligus memperkuat budaya akademik di lingkungan universitas.
Kepala LPPM Uniku, Dr. Ilham Adhya, M.Si., mengatakan Paper Camp menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas publikasi ilmiah dosen, terutama pada jurnal bereputasi internasional.
Menurut Ilham, peningkatan kualitas publikasi menjadi salah satu indikator penting dalam pengembangan perguruan tinggi.
“Saat ini Uniku berada pada Klaster Utama. Melalui Paper Camp kami ingin mendorong dosen menghasilkan artikel ilmiah yang memenuhi standar jurnal bereputasi internasional, termasuk jurnal yang terindeks Scopus,” ujarnya.
Rektor Uniku, Dr. Anna Fitri Hindriana, M.Si., yang membuka kegiatan tersebut mengatakan peningkatan publikasi ilmiah berkaitan erat dengan pengembangan karier akademik dosen, termasuk dalam proses menuju jabatan fungsional Guru Besar.
Ia menyebut Uniku baru saja menambah tiga Guru Besar dan berharap capaian tersebut dapat terus berlanjut melalui peningkatan kualitas penelitian dan publikasi.
“Kami ingin semakin banyak dosen yang memenuhi syarat menjadi Guru Besar. Salah satu jalannya adalah menghasilkan publikasi ilmiah yang berkualitas dan diakui secara internasional,” kata Anna.
Untuk mendampingi peserta, LPPM menghadirkan Dr. Sugeng Rifqi Mubaroq, M.Pd., sebagai narasumber. Selama pelatihan, peserta mendapatkan pendampingan dalam menyusun artikel ilmiah, memperkuat kebaruan penelitian (novelty), menyempurnakan metodologi, hingga memahami proses publikasi pada jurnal internasional bereputasi.
Melalui kegiatan ini, LPPM berharap semakin banyak karya ilmiah dosen Uniku yang dipublikasikan pada jurnal bereputasi sehingga dapat memperkuat kualitas riset sekaligus mendukung peningkatan reputasi akademik universitas. ***




