
KUNINGAN — Kerusakan jalan utama, mampetnya jaringan irigasi pertanian, hingga minimnya layanan kesehatan berkala memicu keluhan warga Desa Babakanreuma, Kecamatan Sindangagung, Kabupaten Kuningan. Deretan persoalan tersebut mencuat saat Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Ika Siti Rahmatika, menggelar kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan TA 2026, Jumat (23/10/2026).
Dalam reses pengawasan tersebut, kondisi infrastruktur jalan menjadi isu paling sorotan. Warga mengeluhkan bopeng jalanan berupa lubang dalam dan pengikisan saat hujan yang mengancam keselamatan pengendara sekaligus menghambat distribusi hasil panen.
“Kerusakan jalan ini bukan cuma memicu risiko kecelakaan, tapi juga membikin biaya angkut hasil tani membengkak. Kami mendesak instansi terkait segera melakukan betonisasi atau pengaspalan prioritas,” tegas Ika merespons keluhan warga.
Solusi Ketahanan Ekonomi dan Pengolahan Sampah
Selain masalah fisik jalan, warga Babakanreuma turut menyuarakan perlunya penguatan ekonomi keluarga yang berbasis lingkungan.
Merespons aspirasi tersebut, Ika mendorong integrasi program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) serta pengolahan sampah mandiri melalui budidaya maggot dan pembuatan kompos organik.
Langkah ini dinilai strategis untuk menekan biaya dapur rumah tangga sekaligus mengurangi beban penumpukan sampah di tingkat desa.
Sektor Tani-Ternak dan Layanan Kesehatan Gratis
Di sektor pertanian dan peternakan, para petani setempat mengaku terhambat oleh mahalnya pakan, sulitnya bibit unggul, serta rusaknya saluran irigasi. Ika merekomendasikan pemerintah provinsi dan daerah untuk memberikan pelatihan pakan mandiri serta perbaikan irigasi agar produktivitas tidak anjlok.
Sementara di bidang kesehatan, warga meminta program pemeriksaan kesehatan gratis, seperti cek gula darah, kolesterol, dan tekanan darah serta senam bersama dijadikan agenda rutin Puskesmas, bukan sekadar seremonial.
“Seluruh aspirasi dari Babakanreuma ini menjadi bahan evaluasi dan rekomendasi resmi kami ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar masuk dalam prioritas anggaran,” pungkas legislator asal Kuningan tersebut. ***




