KUNINGAN – Berawal dari inspirasi sebuah warung kopi berkonsep angkringan di Ciamis, Warkop Jaya Makmur kini menjelma menjadi salah satu tongkrongan yang diminati anak muda Kuningan. Tempat yang nyaman dan harga terjangkau bagi para pelajar, warkop tersebut berhasil menyedot pelanggan.

Warkop Jaya Makmur yang sebelumnya bernama Warkop 2.0 tersebut didirikan oleh, Muhammad Zidan, tiga tahun lalu di Jalan Martadinata, Ancaran, Kecamatan Kuningan. Nama Jaya Makmur kemudian dipilih sebagai identitas baru usaha yang terinspirasi dari nama usaha sang ayah.

Zidan mengungkapkan, ide mendirikan Warkop itu muncul setelah dirinya melihat konsep angkringan Warkop Surti Ciamis. Dari inspirasi tersebut, ia mencoba menghadirkan suasana yang lebih nyaman sebagai tempat berkumpul, bersantai, sekaligus menikmati aneka hidangan.

“Berdiri sejak 2023, terinspirasi oleh Warkop Surti Ciamis yang semacam angkringan itu. Dari situ, saya mencoba membuat Warkop dengan konsep tempat yang lebih enak dan nyaman. Setelah tiga tahun berdiri, sekarang semakin ramai,” ujar Zidan, Minggu, (18/10/2026).

Seiring berjalannya waktu, Warkop itu semakin dikenal, khususnya di kalangan anak muda dan pelajar. Harga yang terjangkau serta suasana yang nyaman menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin menghabiskan waktu bersama teman tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.

“Rata-rata konsumen yang sering datang ke warkop adalah anak-anak muda dan pelajar sekolah karena tempatnya nyaman dan harganya ramah pelajar, sehingga banyak yang tertarik,” katanya.

Zidan menyebutkan, Warkopnya memiliki sejumlah menu andalan yang menjadi favorit pelanggan, diantaranya Mie Nyemek dan Ayam Kampung. Dua menu andalan tersebut menjadi menu makanan terlaris yang banyak diminati pengunjung.

Sementara untuk pilihan minuman, tersedia aneka minuman sachet dan kopi dengan beragam cita rasa. Dua menu yang menjadi andalan adalah Kopi Sulaku Aceh Gayo dan Kopi Susu Jaya, yang melengkapi pengalaman nongkrong dengan sajian minuman khas Warkop.

Meski saat ini baru memiliki satu cabang, jangkauan pelanggan Warkop Jaya Makmur terbilang cukup luas. Pengunjung datang tidak hanya dari kawasan Kuningan Timur, termasuk Ancaran, tetapi juga dari wilayah yang lebih jauh. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaannya tidak sekadar menjadi tempat singgah untuk menikmati kopi, tetapi juga berkembang sebagai ruang berkumpul yang diminati berbagai kalangan.

Untuk menjaga daya tarik sekaligus menghadirkan pengalaman berbeda bagi pengunjung, pihaknya rutin menggelar berbagai kegiatan. Mulai dari nonton bareng (Nobar) pertandingan Persib, Timnas Indonesia, hingga Piala Dunia, serta pertunjukan musik akustik setiap malam Sabtu dan malam Minggu. Tak hanya menghadirkan hiburan bagi pelanggan, Zidan juga membuka kesempatan bagi masyarakat maupun komunitas yang ingin mengadakan kegiatan di lokasi tersebut.

“Kami juga memberikan peluang terbuka untuk mengadakan event dengan berbagai kegiatan di dalam warkop,” ujar Zidan.

Dari usaha yang dirintisnya itu, Warkop Jaya Makmur kini mencatatkan omzet sekitar Rp60 hingga Rp70 juta per bulan, dengan pendapatan harian yang disebut mencapai Rp3 juta hingga Rp5 juta. Pencapaian tersebut menjadi gambaran perkembangan usaha yang mampu memanfaatkan peluang pasar anak muda melalui perpaduan konsep tempat nyaman, harga terjangkau, menu favorit, dan kegiatan komunitas.***