
KUNINGAN – Kehadiran Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kuningan, Ujang Kosasih, dalam peresmian Klinik Pratama Sayana Medika di Desa Sukamaju, Kecamatan Cibingbin, Minggu (8/11/2026), bukan sekadar menjadi tamu undangan biasa.
Klinik tersebut diketahui milik Yosa Octora Santono, mantan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Partai Demokrat. Kehadiran Ujang di tengah acara itu memunculkan pertanyaan, apakah PKB tengah membuka jalan untuk menggaet kembali Yosa ke panggung politik, atau sebaliknya?
Apalagi, Yosa mengakui komunikasi dengan sejumlah tokoh partai politik masih berlangsung. Bahkan, tawaran untuk bergabung dengan partai lain, termasuk PKB, bukan hal baru baginya.
“Sudah lama itu. Termasuk PPP, termasuk juga ada sahabat-sahabat dari Golkar. Kalau yang paling dekat sampai sekarang, yang sangat aktif dan reaktif itu Pak Ujang Kosasih,” ungkap Yosa saat ditemui di sela peresmian klinik.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa komunikasi Yosa dengan PKB memiliki intensitas tersendiri. Namun, ia belum memastikan akan mengambil tawaran tersebut.
Menurut Yosa, hubungan persahabatan lintas partai tetap penting dijaga. Kedekatan dengan tokoh politik tidak otomatis berarti dirinya harus berpindah kendaraan politik.
“Saya rasa bersahabat itu penting. Cuman kalau untuk pindah partai dan lain-lain, saya harus mempertimbangkan lebih dalam,” ujarnya.
Yosa juga menjelaskan, kehadiran sejumlah tokoh partai dalam peresmian kliniknya tidak hanya berasal dari PKB. Pada malam sebelum acara, perwakilan partai lain turut bersilaturahmi. PPP pun hadir melalui Ali Akbar.
Dengan demikian, komunikasi politik Yosa tampaknya masih terbuka ke berbagai arah. Belum ada satu partai pun yang secara resmi disebut telah menjadi pilihan politiknya.
Ketika ditanya kemungkinan kembali terjun dalam kontestasi politik pada 2031 mendatang, Yosa juga belum memberikan kepastian. Ia masih harus mempertimbangkan banyak hal, termasuk restu keluarga.
“Dilihat ya, dilihat. Harus nunggu restu istri dulu,” katanya sembari tertawa.
Meski belum menentukan langkah, Yosa memberikan isyarat bahwa dirinya tidak ingin sepenuhnya keluar dari dinamika politik.
“Insyaallah, insyaallah kita mewarnai,” ucapnya.
Di luar percakapan politik, peresmian Klinik Pratama Sayana Medika menjadi bagian dari aktivitas sosial Yosa di tengah masyarakat. Ia menyebut pendirian klinik tersebut sebagai upaya menjaga silaturahmi sekaligus menyediakan akses pelayanan kesehatan dengan biaya terjangkau.
Klinik yang berada di kawasan Cibingbin itu menawarkan layanan rawat jalan umum mulai Rp35 ribu, pemeriksaan anak Rp40 ribu, serta layanan rawat inap mulai Rp250 ribu.
Untuk sementara, belum ada keputusan politik yang diumumkan Yosa. Namun, satu hal yang mulai terlihat pasti yaitu komunikasi dengan sejumlah kekuatan politik tetap terpelihara, sementara PKB melalui Ujang Kosasih disebut menjadi pihak yang paling aktif menjalin kedekatan.
Apakah ini sekadar persahabatan atau awal penjajakan politik? Waktu yang akan menjawab. ***




