
KUNINGAN – Anggota DPR RI Komisi XII, H. Rokhmat Ardiyan, mengajak mahasiswa, khususnya kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), untuk berani menjadi pengusaha dan menciptakan lapangan pekerjaan.
Menurutnya, mahasiswa tidak boleh hanya memiliki orientasi menjadi pegawai atau pencari kerja setelah menyelesaikan pendidikan, tetapi harus mampu membangun kemandirian ekonomi dan membuka peluang usaha bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan politisi yang akrab disapa HRA saat menjadi narasumber dalam kegiatan Training Raya HMI Cabang Kuningan, Sabtu, (7/11/2026) di BKPSDM Kuningan.
Di hadapan para peserta, ia memberikan motivasi tentang pentingnya membangun jiwa kewirausahaan, keberanian mengambil peluang, serta mengembangkan potensi diri agar mampu menjadi generasi muda yang mandiri dan produktif.
Ia menegaskan bahwa mahasiswa merupakan kelompok masyarakat yang memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak perekonomian. Dengan bekal pendidikan, wawasan, kreativitas, dan semangat perubahan, mahasiswa seharusnya mampu menghadirkan gagasan-gagasan baru yang tidak hanya bermanfaat bagi dirinya sendiri, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
“Adik-adik mahasiswa jangan hanya bercita-cita menjadi pegawai atau mencari pekerjaan setelah lulus kuliah. Saya ingin mahasiswa memiliki cita-cita yang lebih besar, yaitu menjadi pengusaha, menciptakan lapangan pekerjaan, dan memberikan kesempatan kepada orang lain untuk bekerja,” ungkap HRA.
Ia menjelaskan bahwa menjadi pengusaha bukan semata-mata persoalan memiliki modal besar. Hal terpenting, kata dia, keberanian untuk memulai, kemauan untuk belajar, kemampuan melihat peluang, serta konsistensi dalam menjalankan usaha.
“Jangan menunggu semuanya sempurna baru memulai usaha. Jangan menunggu punya modal besar, jangan menunggu punya fasilitas lengkap. Mulailah dari apa yang kita punya, dari kemampuan yang kita miliki, dan dari peluang yang ada di sekitar kita. Karena usaha yang besar sekalipun selalu berawal dari langkah kecil,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan bahwa dunia usaha memiliki tantangan dan risiko. Kegagalan merupakan bagian dari proses yang harus dihadapi dengan mental kuat dan semangat pantang menyerah.
Menurutnya, seorang pengusaha harus berani mengambil keputusan, mampu beradaptasi dengan perubahan, serta terus belajar meningkatkan kualitas produk maupun layanan.
“Kalau ingin menjadi pengusaha, mentalnya harus kuat. Jangan mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan. Dalam dunia usaha pasti ada tantangan, pasti ada risiko, tetapi jangan sampai rasa takut membuat kita tidak berani mencoba. Jadikan setiap kegagalan sebagai pelajaran untuk menjadi lebih baik,” tambahnya.
Lebih lanjut, HRA mendorong kader HMI untuk tidak hanya unggul dalam pemikiran, intelektualitas, dan kepemimpinan, tetapi juga memiliki kemampuan membangun kemandirian ekonomi.
Menurutnya, mahasiswa harus mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan praktik nyata, termasuk dalam mengembangkan usaha dan menciptakan inovasi.
Ia berharap kader HMI dapat menjadi generasi yang produktif, memiliki daya saing, serta mampu mengambil bagian dalam pembangunan ekonomi bangsa. Semangat kewirausahaan perlu ditanamkan sejak dini agar setelah menyelesaikan pendidikan, mahasiswa tidak hanya bergantung pada ketersediaan lapangan pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan peluang ekonomi baru.
“Mahasiswa harus menjadi generasi yang mandiri. Jangan hanya berpikir bagaimana mendapatkan pekerjaan, tetapi berpikirlah bagaimana menciptakan pekerjaan. Kalau kita bisa membangun usaha, kita bukan hanya membantu diri sendiri dan keluarga, tetapi juga bisa membantu masyarakat dengan membuka lapangan pekerjaan,” tegasnya.
Sebagai alumni HMI, ia juga mengajak para peserta Training Raya untuk menjadikan proses kaderisasi sebagai momentum membangun karakter, memperluas wawasan, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.
Menurutnya, kepemimpinan sejati tidak hanya ditunjukkan melalui kemampuan berbicara dan menyampaikan gagasan, tetapi juga melalui keberanian mengambil tindakan dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Jadilah mahasiswa yang tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga kreatif, inovatif, dan produktif. Gunakan masa muda untuk belajar, membangun jaringan, mencari pengalaman, dan mulai merintis usaha. Jangan takut bermimpi besar, karena masa depan bangsa ini membutuhkan anak-anak muda yang berani berbuat dan menciptakan perubahan,” pesannya.***




