Cikalpedia
”site’s ”site’s ”site’s
Pendidikan

Alat Peraga STEM Tingkatkan Gairah Belajar Matematika

Guru pun merasa terbantu karena alat peraga membuat penyampaian materi lebih mudah dipahami. Usai pembelajaran, seluruh siswa diberi kesempatan mencoba alat peraga satu per satu.

‎Sementara itu di kelas 5, alat peraga yang digunakan semakin beragam dan menantang, antara lain robot hidrolik, sapu elektrik, roket spiritus, dan alarm banjir. Guru membagi siswa ke dalam empat kelompok, masing-masing memilih satu alat peraga untuk diamati dan diukur komponen luas serta lebarnya sebagai bagian dari pembelajaran matematika.

Aktivitas berjalan seru, terutama saat kelompok siswa mencoba roket spiritus yang menjadi perhatian utama. Dengan pendampingan guru, dosen, dan mahasiswa, siswa dapat bereksperimen dengan aman dan terarah.

‎Setelah sesi praktik, tim dosen UNISA melakukan wawancara kepada guru dan siswa. Hasilnya, pembelajaran matematika berbasis STEM mendapat respons sangat positif. Guru menilai metode tersebut mampu meningkatkan pemahaman siswa, sementara siswa mengaku lebih bersemangat karena menjadi pengalaman pertama mereka menggunakan alat peraga STEM secara langsung.

‎Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) itu menjadi bukti nyata komitmen dosen UNISA dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, khususnya pada pembelajaran matematika di Kabupaten Kuningan.

‎Salah satu dosen UNISA yang terlibat dalam kegiatan, Firda Halawati, menyampaikan bahwa penggunaan alat peraga berbasis STEM merupakan langkah penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di sekolah dasar. Ia menegaskan bahwa monitoring tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan alat peraga benar-benar efektif digunakan oleh guru di kelas.

‎”Kami ingin memastikan bahwa guru merasa terbantu, bukan terbebani. Guru menyatakan bahwa alat peraga ini mempermudah penyampaian materi dan membuat siswa lebih cepat memahami. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan inovasi pembelajaran,” ujarnya, Selasa (18/11/2025)

‎Dengan terselenggaranya monitoring tersebut, Ia berharap penerapan alat peraga berbasis STEM dapat terus dioptimalkan di sekolah-sekolah dasar lainnya. Selain mendukung pembelajaran yang lebih interaktif, inovatif, dan menyenangkan, kegiatan juga menjadi dorongan bagi para guru untuk terus berinovasi dalam mengembangkan metode ajar yang relevan dengan kebutuhan zaman. (Icu)

Baca Juga :  Menjelang Lengser, Acep Purnama Genjot Kinerja: Empat Desa di Kadugede Deklarasi ODF

Related posts

Superflu Merebak, Kadinkes Sampaikan Kondisi Kuningan

Ceng Pandi

Ketika Uang Bicara, Semua Tak Berdaya

Alvaro

Industrialisasi Mengancam, Pemuda Kuningan Tagih Komitmen Ekologis

Alvaro

Leave a Comment