Bupati Dian menegaskan bahwa semangat kepahlawanan hari ini harus diwujudkan dalam bentuk pengabdian dan kerja nyata bagi masyarakat.
“Dulu kita berjuang secara fisik melawan penjajah, sekarang kita berjuang mengisi kemerdekaan melalui pengabdian terbaik. Itulah bentuk perjuangan masa kini,” katanya, menggarisbawahi transformasi bentuk perjuangan dari ranah militer ke ranah birokrasi dan pembangunan.
Ia mengajak seluruh masyarakat Kuningan untuk menjadikan Hari Pahlawan sebagai inspirasi dalam berkarya dan bergotong royong membangun daerah. “Semoga masyarakat Kuningan tidak hanya mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga meneladani keberanian dan keikhlasan mereka. Dulu mereka mengorbankan jiwa dan kenyamanan tanpa pamrih. Semoga semangat itu menjadi inspirasi bagi kita semua,” tutur Bupati.
Menurutnya, perjuangan di era modern bukan lagi mengangkat senjata, melainkan melawan musuh-musuh internal dalam diri dan birokrasi, seperti kemalasan, ketidakjujuran, dan sikap apatis. “Kita harus terus bekerja keras, jujur, dan berdedikasi untuk memajukan daerah serta menyejahterakan masyarakat,” tambahnya.
Momentum peringatan Hari Pahlawan diharapkan menjadi pengingat bagi generasi muda Kuningan bahwa semangat perjuangan tidak boleh padam. Melalui kerja nyata dan semangat kebersamaan, nilai-nilai kepahlawanan dapat terus hidup dalam setiap langkah membangun Kuningan yang maju, berdaya saing, dan bermartabat. (ali)
