Namun, Andi Gani juga memberikan instruksi keras kepada personel Bareskrim di lokasi agar tidak lengah sedikit pun sebelum para korban menginjakkan kaki di Indonesia. “Jamin keselamatan teman-teman ini ya, Pak Tri,” pesannya kepada pimpinan tim di lapangan, menekankan bahwa ancaman dari jaringan mafia tetap menjadi kewaspadaan utama.
Dari balik layar ponsel di Phnom Penh, Dimas menyampaikan apresiasi mendalam kepada berbagai pihak yang telah berjibaku dalam operasi penyelamatan ini. Ia menyebut nama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, jajaran Bareskrim, hingga Wakil Ketua DPR RI Dasco sebagai pihak-pihak yang berperan penting.
Dimas juga secara khusus menyebut perhatian dari Pemerintah Kabupaten Kuningan. “Saya berterima kasih kepada Bupati Kuningan dan Kapolres Kuningan yang terus memantau perkembangan kami sejak awal kasus ini mencuat,” ujarnya.
Keberhasilan penjemputan ini menjadi simbol kuat kehadiran negara di tengah maraknya kasus penipuan kerja luar negeri atau job scam yang berujung pada perdagangan manusia. Bagi warga Kuningan, kepulangan Dimas dan istri bukan sekadar kepulangan biasa, melainkan pengingat keras akan bahaya jaringan TPPO yang kini menyasar hingga ke pelosok desa.
Negara kini tengah menyiapkan teknis pemulangan, sementara Bareskrim Polri dipastikan akan mendalami keterangan para korban untuk memburu aktor intelektual dan agen penyalur yang mengirim mereka ke Kamboja. (ali)
