Mengantisipasi kendala teknis, terutama terkait pasokan listrik, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak PLN di wilayah Kuningan, Cirebon, hingga Banjar. Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari potensi pemadaman listrik saat ujian berlangsung.
Sementara itu, bagi sekolah yang memiliki keterbatasan sarana, seperti komputer, pihaknya juga memastikan hal tersebut tidak akan menjadi hambatan. Pasalnya, pembagian sesi ujian telah disesuaikan dengan jumlah perangkat yang tersedia di masing-masing sekolah.
Menariknya, di tengah pelaksanaan TKA, kegiatan belajar mengajar untuk siswa kelas 1 hingga kelas 5 tetap berjalan seperti biasa. Sekolah diberi keleluasaan untuk menentukan metode pembelajaran, baik secara daring maupun luring, sesuai dengan kondisi masing-masing.
Melalui berbagai persiapan yang telah dilakukan, pihaknya optimistis pelaksanaan TKA tahun ini dapat berjalan sukses, sebagaimana pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) sebelumnya.
Penulis: Icu Firmansyah || Editor: Sopandi
