
KUNINGAN – Sekolah Pascasarjana Universitas Kuningan memperkuat kolaborasi strategis dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan. Kolaborasi dilakukan melalui Program Sekolah Berbasis Inovasi, Leadership, Unggul, dan Manajemen Berkelanjutan.
Program yang disebut Sabilulungan itu menjadi wujud nyata komitmen kedua institusi dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih berkualitas, kolaboratif, dan berkelanjutan. Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan pemangku kepentingan pendidikan daerah, Sabilulungan dinilai menghadirkan solusi yang tidak hanya relevan secara akademis, tetapi juga aplikatif dalam menjawab tantangan nyata di satuan pendidikan.
Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Kuningan, Dr. Yeyen Suryani, menegaskan bahwa kolaborasi tersebut merupakan langkah penting untuk mendekatkan hasil pengembangan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan praktis di lapangan.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya menghasilkan lulusan yang berkualitas, tetapi juga berkontribusi secara langsung terhadap peningkatan mutu pendidikan dan pembangunan daerah.
“Melalui program ini kami ingin membangun sinergi yang lebih kuat antara dunia akademik dan praktisi pendidikan. Kami berharap ilmu pengetahuan, hasil penelitian, dan pengalaman akademik yang dimiliki Uniku dapat memberikan manfaat nyata bagi sekolah, terutama dalam memperkuat kepemimpinan, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta mengembangkan tata kelola pendidikan yang inovatif dan berkelanjutan,” ujarnya, Senin, (27/10/2026).
Sebagai langkah konkret, pihaknya bersama Disdikbud Kabupaten Kuningan menjabarkan ruang lingkup kolaborasi melalui penandatanganan empat Implementation Arrangement atau implementasi dari kerjasama yang dilakukan.
Kesepakatan tersebut menjadi landasan pelaksanaan program yang melibatkan empat program studi magister di lingkungan pascasarjana Uniku, yaitu Magister Pendidikan Ekonomi, Magister Pendidikan Biologi, Magister Manajemen, dan Magister Pendidikan Dasar.
Keempat program studi tersebut menghadirkan kompetensi yang saling melengkapi untuk mendukung pengembangan pendidikan daerah. Kontribusinya mencakup penguatan kepemimpinan dan manajemen sekolah, pengembangan literasi ekonomi, sains dan lingkungan, peningkatan kemampuan literasi dan numerasi, penjaminan mutu pendidikan, hingga digitalisasi tata kelola sekolah.
Melalui pendekatan multidisipliner, Program tersebut dirancang untuk mendorong lahirnya praktik-praktik pendidikan yang inovatif sekaligus memperkuat kapasitas sekolah dalam menghadapi perubahan. Program tersebut juga mengintegrasikan pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, agar kontribusi akademik dapat diterjemahkan menjadi pendampingan, rekomendasi kebijakan, serta solusi yang sesuai dengan kebutuhan satuan pendidikan.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan transformasi pendidikan tidak dapat dibebankan kepada sekolah semata. Diperlukan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari perguruan tinggi, pemerintah daerah, kepala sekolah, guru, hingga tenaga kependidikan, untuk membangun perubahan yang konsisten dan berdampak jangka panjang.
“Semangat sabilulungan adalah semangat bekerja bersama, saling menguatkan, dan bergerak menuju tujuan yang sama. Kami meyakini bahwa ketika kompetensi akademik, pengalaman profesional, dan kebutuhan daerah dipertemukan dalam sebuah kolaborasi yang terarah, akan terbuka peluang yang lebih besar untuk menghadirkan inovasi dan meningkatkan mutu pendidikan,” tambahnya.
Selain memperkuat kemitraan kelembagaan, pihaknya juga berkomitmen mendukung peningkatan kualifikasi dan kompetensi sumber daya manusia pendidikan. Guru, kepala sekolah, pengelola satuan pendidikan, serta profesional lainnya memiliki kesempatan untuk melanjutkan studi ke jenjang magister dengan dukungan dosen profesional, fasilitas pembelajaran, dan skema pembelajaran hibrida yang memberikan fleksibilitas dalam menjalani pendidikan tinggi.
Ke depan, kemitraan Uniku dan Disdikbud Kabupaten Kuningan bisa berkembang menjadi ruang kolaborasi berkelanjutan yang melahirkan penelitian aplikatif, publikasi ilmiah, rekomendasi kebijakan, serta pendampingan sekolah yang terarah. Sinergi tersebut sekaligus menjadi peluang untuk memperkuat budaya berbagi pengetahuan dan praktik baik di antara para pelaku pendidikan.***




