Kepala SDN Unggulan Kuningan, Uus Susanto, memilih merespons capaian ini dengan nada menahan euforia. “Alhamdulillah. Ini hasil kerja bersama. Anak-anak berlatih, guru mendampingi, orang tua menguatkan dari rumah,” ujarnya.
Menurut Uus, capaian ini bukan soal piala. Ia melihat Pentas PAI sebagai ruang pembentukan karakter yang sering luput dari sorotan. “Di sini anak belajar disiplin, percaya diri, juga memahami nilai-nilai agama secara lebih hidup, bukan hanya di kelas,” kata dia.
Di Kramatmulya, Pentas PAI memang lebih dari agenda tahunan. Ia menjadi titik temu antara kompetisi dan pendidikan karakter. Bagi SDN Unggulan Kuningan, keberhasilan tahun ini terasa seperti membuka pintu yang selama ini diketuk, sebuah penanda bahwa mereka mulai diperhitungkan dalam peta prestasi keagamaan tingkat dasar di wilayah tersebut. (Ali)
