
KUNINGAN – Gubernur Jawa Barat, H. Dedi Mulyadi, atau akrab disapa KDM menyampaikan pesan penting bagi Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam momentum Hari Jadi ke-528 Kuningan. Ia meminta masyarakat dan pemerintah menjaga kelestarian Gunung Ciremai sebagai sumber kehidupan sekaligus kawasan konservasi.
Pesan tersebut disampaikan KDM saat memberikan sambutan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-528 Kabupaten Kuningan, Selasa (1/9/2026).
Menurutnya, posisi Kuningan sebagai salah satu daerah sumber konservasi tidak terlepas dari keberadaan Gunung Ciremai. Karena itu, kelestarian gunung tertinggi di Jawa Barat tersebut harus menjadi perhatian bersama.
“Kuningan salah satu daerah yang menjadi sumber konservasi, karena sumber konservasi itu Kuningan memiliki gunung. Itu yang harus dijaga,” ujar KDM.
Ia menegaskan, keberadaan Gunung Ciremai memiliki keterkaitan erat dengan berbagai potensi dan sumber daya yang dimiliki Kabupaten Kuningan. Bahkan, menurutnya, keberadaan kawasan bersejarah Linggarjati hingga sumber daya perikanan tidak dapat dilepaskan dari ekosistem Ciremai.
“Tidak ada Linggarjati kalau tidak ada Gunung Ciremai, tidak ada ikan kalau tidak ada Ciremai, dan tidak ada sumber daya yang lainnya kalau tidak ada Ciremai,” katanya.
Oleh Karena itu, ia mengingatkan agar pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Kuningan tidak dilakukan dengan mengorbankan kelestarian Gunung Ciremai.
Ia meminta pemerintah dan masyarakat memastikan setiap pengembangan wisata tetap memperhatikan daya dukung lingkungan serta tidak merusak kawasan konservasi.
“Jangan sampai ada pengembangan wisata yang merusak Gunung Ciremai,” tegasnya.
KDM juga menyoroti pentingnya menjaga keberadaan pohon dan mencegah penebangan secara sembarangan. Menurutnya, keberadaan pepohonan memiliki peran besar dalam menjaga keseimbangan alam sekaligus memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.
“Gunung Ciremai itu pokok dari segala kehidupan. Yang harus kita jaga juga yaitu pohon, jangan sampai penebangan di mana-mana. Pohon harus dijaga, karena memberikan keberkahan untuk kita,” ungkapnya.
Lebih jauh, KDM menekankan perlunya batasan yang jelas antara kawasan konservasi dan kawasan yang dapat dikelola untuk kepentingan pembangunan. Dengan demikian, aktivitas ekonomi dan pengembangan wilayah tetap dapat berjalan tanpa mengancam kelestarian alam.
“Ini disebutnya dipupusti bukan dipigusti. Harus ada pembatasan, daerah konservasi yang mana, dan daerah mana yang bisa dikelola,” tandasnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan Kabupaten Kuningan ke depan tidak hanya berbicara mengenai pertumbuhan ekonomi dan pengembangan pariwisata, tetapi juga bagaimana menjaga Gunung Ciremai sebagai penyangga kehidupan.
Baginya, keberadaan Ciremai bukan hanya bentang alam atau ikon daerah, melainkan bagian penting dari keberlangsungan kehidupan dan sumber daya Kuningan yang harus diwariskan kepada generasi mendatang.





