KUNINGAN – Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kuningan, Ujang Kosasih, menyebut Yosa Octora Santono sebagai politisi muda yang sudah banyak makan garam. Pujian itu muncul ketika komunikasi politik antara keduanya tengah menjadi perhatian.

Ujang tidak sedang berbicara tentang politisi pendatang baru. Yosa pernah menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dan ikut dalam kontestasi Pilkada Kuningan 2018. Pengalaman itu, menurut Ujang, membuat Yosa cukup mengenal dinamika politik.

“Beliau ini politisi muda yang sudah banyak pengalaman, banyak makan garam. Beliau pernah menduduki posisi sebagai anggota DPRD Provinsi dan juga pernah menjadi salah satu kandidat di Pilkada 2018. Jadi, menurut saya, beliau sudah banyak makan garam di dunia politik,” ujar Ujang, Minggu (8/11/2026).

Pernyataan tersebut menambah perhatian terhadap hubungan politik Ujang dan Yosa. Sebelumnya, Yosa mengakui komunikasi dengan Ketua DPC PKB itu termasuk yang paling aktif dibandingkan dengan sejumlah tokoh partai lainnya.

Ujang pun menilai pengalaman politik Yosa membuatnya akan berhati-hati dalam menentukan langkah berikutnya.

“Karenanya, beliau pasti akan sangat mempertimbangkan kalaupun mau terus nanti ke dunia politik,” katanya.

Di tengah pembicaraan mengenai Yosa, Ujang juga menjelaskan arah politik PKB Kuningan yang sedang membuka ruang bagi generasi muda. Ia mengklaim partainya semakin diminati anak muda karena memberi kesempatan untuk berkreasi dan menyalurkan bakat politik.

“PKB hari ini sedang banyak digandrungi anak muda. Karena memang kami membuka ruang yang begitu luas untuk anak-anak muda berkreasi dan menyalurkan bakat politiknya di PKB,” tutur Ujang.

Ketika kemungkinan Yosa menjadi bagian dari generasi muda yang dimaksud disinggung, Ujang tidak memberikan jawaban panjang.

“Amin, amin, amin,” ujarnya sembari tertawa.

Jawaban singkat itu belum bisa disebut sebagai konfirmasi pinangan PKB. Ujang juga tidak mengungkap adanya tawaran jabatan atau kesepakatan politik dengan Yosa.

Namun, ada dua hal yang kini menjadi perhatian, pertama pengakuan Yosa mengenai intensitas komunikasinya dengan Ujang dan pujian terbuka yang disampaikan sang ketua partai.

Keduanya memang belum mengumumkan arah hubungan politik tersebut. Apakah komunikasi itu akan berlanjut menjadi kerja sama politik, atau berhenti sebagai hubungan antartokoh, masih belum terjawab.

Untuk sementara, tiga kali amin dari Ujang menjadi respons paling jauh yang bisa dibaca publik mengenai kemungkinan Yosa berlabuh ke PKB. ***