Cikalpedia
”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s
Pemerintahan

Kuningan Gerak Cepat Redam Serangan Tikus, 15 Hektare Sawah Disisir Lewat Gerdal OPT

/Dok.Ist

Selain tindakan teknis, kegiatan juga diisi dengan penyuluhan singkat kepada petani. Mereka diberikan pemahaman mengenai pola serangan tikus, waktu kritis pengendalian, serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sawah. Petani juga didorong untuk melakukan pengendalian terpadu, termasuk sanitasi lahan dan penanganan sarang secara berkala.

Diskatan turut menyalurkan bantuan rodentisida untuk memperkuat upaya pengendalian di lapangan. Namun, penggunaannya diingatkan agar tetap sesuai dosis dan tidak berdampak pada lingkungan sekitar.

Seorang petani setempat, Dedi (47 tahun), mengaku lega dengan kehadiran tim pemerintah. Ia menyebut serangan tikus mulai terlihat sejak tanaman berumur dua pekan.

“Sudah mulai banyak batang yang putus. Kalau dibiarkan, bisa habis,” katanya.

Kegiatan Gerdal OPT ini menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas produksi padi di tengah berbagai ancaman, mulai dari perubahan cuaca hingga serangan hama. Pemerintah daerah menargetkan pengendalian dilakukan secara berkelanjutan di wilayah lain yang berpotensi terdampak.

Di tengah tekanan terhadap sektor pertanian, langkah cepat seperti ini menjadi krusial. Bagi petani, waktu adalah faktor penentu. Terlambat satu musim saja, kerugian bisa berlipat. Pemerintah tampaknya tak ingin mengambil risiko itu. ***

Penulis: Ali ‖ Editor: Ali

Baca Juga :  Dari Davos ke Ruang Gelap Diplomasi: Kedekatan Prabowo Israel dan Krisis Transparansi