“Dasar-dasarnya sudah ada. Tinggal bagaimana ke depan bisa dimaksimalkan,” katanya.
Sosok senior di kalangan NU itu menerangkan, bahwa kepemimpinan baru BAZNas Kuningan yang tidak kunjung ditetapkan dpengaruhi oleh estafet kepemimpinan di tingkat pusat, yang sampai saat ini belum rampung. Hingga saat ini, seluruh daerah yang mengalami pergantian kepemimpinan sama-sama menantikan pelantikan pimpinan BAZNAS Pusat sebagai bagian dari tahapan akhir sebelum keluarnya rekomendasi resmi.
Situasi tersebut memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat terkait nama-nama calon pimpinan baru. Meski begitu, pihaknya menegaskan bahwa seluruh proses tetap berjalan sesuai mekanisme dan tidak bisa didasarkan pada asumsi publik semata.
Pihaknya berharap, siapapun loma nama yang akan melanjutkan kepemimpinan BAZNAs ke depan tidak hanya kuat secara administratif, tetapi juga memiliki visi besar yang bisa mengoptimalkan potensi zakat sebagai solusi kongkrit bagi persoalan sosial.
“Mudah-mmudahan masa transisi ini menjadi titik balik, agar pengelolaan zakat di Kuningan tidak hanya berjalan, tetapi benar-benar berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Penulis: Icu Firmansyah || Editor: Sopandi
