Kasatreskrim Polres Kuningan, IPTU Abdul Azis, membenarkan pihaknya telah menerima laporan tersebut. Menurut dia, hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya ketidaksesuaian pada identitas yang digunakan.
“NIK yang tercantum sama dengan milik pelapor, tetapi fotonya berbeda. Ini yang sedang kami dalami,” kata Azis.
Polisi, kata dia, akan melakukan penelusuran lebih lanjut dengan berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta pihak yang menerbitkan dokumen kendaraan.
“Kami akan sinkronkan data, baik KTP maupun administrasi kendaraan, untuk memastikan apakah ada pemalsuan atau penyalahgunaan,” ujarnya.
Kasus ini menyita perhatian publik di Kuningan karena menunjukkan celah serius dalam perlindungan data pribadi. Rizal pun berharap ada perbaikan sistem, termasuk penguatan verifikasi berbasis biometrik untuk mencegah kejadian serupa.
Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung. Polisi belum menyimpulkan siapa pihak yang bertanggung jawab, namun menegaskan akan menelusuri alur penggunaan data hingga proses administrasi kendaraan tersebut. ***
Penulis: Ali ‖ Editor: Ali
