Meski telah berjalan konsisten, Evi mengakui bahwa komunitasnya masih bergerak secara mandiri tanpa adanya donatur tetap. Ia menyayangkan minimnya perhatian dari pemerintah daerah terhadap kelompok disabilitas ini.
“Harapan kami sederhana, ada perhatian lebih dari pemerintah agar jangkauan pembinaan ini bisa lebih luas. Masih banyak anak-anak netra di pelosok Kuningan yang belum tersentuh edukasi seperti ini,” tambahnya dengan nada haru.
Dukungan penuh datang dari pihak swasta, salah satunya Adrian Purnama, pemilik Hotel Purnama Mulia. Ia memberikan akses fasilitas hotel secara cuma-cuma sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan melanjutkan nilai-nilai kedermawanan mendiang ayahnya, H. Acep Purnama.
“Ini murni misi kemanusiaan. Kami ingin memfasilitasi ruang bagi mereka untuk merasa dihargai dan bahagia,” ungkap Adrian.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat luas lebih peduli dan inklusif terhadap penyandang disabilitas. Sinar kebahagiaan di wajah anak-anak tersebut menjadi pengingat bahwa kepedulian sekecil apa pun mampu menjadi cahaya bagi mereka yang hidup dalam kegelapan visual. (Ali)
