Cikalpedia
”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s
Kuningan

Ironi Surplus di Balik Pematang: Wahyu Hidayah dan Bayang-Bayang Penyuluh ‘Gaib’

/Dok.Ist

Redefinisi Peran: Bukan Sekadar Pendamping Teknis

Tantangan pertanian modern di Kuningan kian kompleks. Fluktuasi harga pupuk, anomali iklim, hingga serangan hama menuntut penyuluh untuk bertransformasi menjadi “penggerak” (influencer pertanian), bukan sekadar petugas pencatat luas tanam.

Diskantan kini mendorong perubahan pola kerja yang lebih proaktif dan adaptif dengan memanfaatkan teknologi informasi. Wahyu menekankan tiga pilar yang harus dimiliki penyuluh masa kini: kedalaman pengetahuan, kemampuan membangun kepercayaan (trust), dan integritas moral yang tak bisa ditawar.

Menjaga Nafas Swasembada

Pesan Wahyu Hidayah jelas yaitu swasembada pangan bukan sekadar soal tumpukan karung beras di gudang Bulog, melainkan tentang kehadiran negara dalam setiap butir peluh petani. Di tengah target produksi yang terus menanjak, Kuningan sedang mempertaruhkan kredibilitasnya sebagai penyangga pangan nasional.

Bagi Wahyu, keberhasilan pertanian adalah ketika petani tak lagi bertanya “siapa penyuluh saya?”, karena sang penyuluh sudah lebih dulu ada di samping mereka sebelum masalah datang mengetuk pintu. (ali)

Baca Juga :  Satgas Tegaskan Penggantian Uang MBG Langgar Aturan