“Kalau Gunung Ciremai saja bisa jadi muatan lokal, kenapa sampah yang sekarang sudah darurat tidak dijadikan mulok? Ini sangat mungkin, tinggal bagaimana menyusun kurikulumnya dan menyamakan persepsi,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya peran Dinas Lingkungan Hidup sebagai leading sektor yang mengoordinasikan kolaborasi lintas dinas, termasuk dengan Kementerian Agama yang memiliki basis massa besar dalam pembinaan masyarakat.
Lebih jauh, Arief berharap kebijakan tersebut mendapat dukungan penuh dari kepala daerah agar bisa diimplementasikan secara menyeluruh hingga tingkat desa. Menurutnya, pendekatan top down melalui regulasi yang jelas akan mempercepat realisasi program tersebut.
“Kalau ini bisa diwujudkan, dampaknya akan besar. Banjir bisa diminimalisir, kerusakan infrastruktur akibat sampah juga bisa ditekan. Artinya, persoalan sampah ini bukan masalah kecil, tapi masalah besar yang harus ditangani serius,” tutupnya.
Penulis: Icu Firmansyah || Editor: Sopandi
